(Video) Badai Salju di Qinghai Menyebabkan Ratusan Orang Terjebak, Seorang Wisatawan Taiwan Tewas 

EtIndonesia. Pada 5 Oktober 2025, cuaca ekstrem melanda wilayah Qinghai dan Tibet di Tiongkok. Setelah insiden ribuan orang terjebak di Gunung Everest, kini jalur pendakian di Qinghai juga mengalami musibah serupa: sebanyak 251 pendaki dilaporkan terjebak, dan seorang pendaki asal Taiwan meninggal dunia.

Ratusan Pendaki Terjebak di Gunung Qilian

Pada 5 Oktober, di area Lenglongling, Pegunungan Qilian, yang membentang di perbatasan provinsi Qinghai dan Gansu, ratusan pendaki terjebak akibat badai salju.

Seorang petugas polisi di Kabupaten Menyuan, Qinghai, pada 8 Oktober mengkonfirmasi kepada media Red Star News bahwa hingga 7 Oktober siang, semua 251 orang yang terjebak telah berhasil dievakuasi dengan selamat, namun satu pendaki asal Taiwan meninggal dunia akibat hipotermia dan reaksi dataran tinggi.

Kesaksian Pendaki Lain: “Kami Sudah Merasa Tidak Beres”

Seorang pegiat outdoor bernama “Xiao Xiao”, yang juga mendaki di Lenglongling pada waktu yang sama, mengunggah video pada 5 Oktober sore. Ia berkata,

“Pada 4 Oktober saya merasa situasi tidak beres, jadi kami memutuskan untuk turun darurat. Pagi tanggal 5, kami sudah keluar dari pegunungan.”

Ia menegaskan bahwa kelompoknya tidak termasuk dalam tim yang terjebak. “Kami tidak melintasi jalur Yakou menuju Laohugou,” katanya.

Menurut Xiao Xiao, timnya terdiri dari tujuh orang yang berangkat pada 2 Oktober dari Baihuazhang, Kabupaten Su, Zhangye, Gansu, dengan rencana melintasi Laohugou menuju Menyuan, Qinghai. Semua anggota tim memiliki pengalaman mendaki.

Dua Jalur Berbahaya dan Cuaca yang Tak Terduga

Ia menjelaskan, jalur pendakian Lenglongling memiliki dua rute: satu sekitar 50 km, dan satu lagi melalui Laohugou sepanjang lebih dari 70 km. Kedua jalur ini melewati area berbatu (Luanshiwo) dan berakhir di Kabupaten Menyuan, Qinghai.  Ketinggian rata-rata di Laohugou lebih dari 4.000 meter.

“Kalau cuacanya cerah, rute ini bisa dilalui. Tapi bahayanya adalah cuaca bisa berubah ekstrim kapan saja. Wilayah ini belum dikembangkan, sepi, dan banyak binatang liar. Hampir di seluruh jalur tidak ada sinyal,” ujar Xiao Xiao.

Pada 3 Oktober malam, timnya tiba di Luanshiwo dan mendirikan tenda. Ia melihat ada sekitar 20–30 tenda lain, kebanyakan dari kelompok mahasiswa.

“Melihat perlengkapan mereka, banyak yang masih amatir. Ada perempuan yang tas make-up-nya lebih berat dari sleeping bag; ada yang bahkan tidak tahu apa itu crampon; dan ada yang mendaki tanpa sarung tangan,” katanya.

Badai Salju dan Keputusan untuk Mundur

Tim Xiao Xiao berencana melintasi Laohugou pada 4 Oktober dini hari. Namun pukul 4.30 pagi, ia bangun dan mendapati salju deras turun, menutupi semua tenda.

“Saya langsung membangunkan anggota tim dan memutuskan untuk turun. Kami juga memperingatkan pendaki lain untuk ikut mundur,” katanya.

Ketika siang tiba, salju berhenti dan matahari muncul, memberi kesan cuaca membaik. Banyak pendaki tertipu oleh kondisi itu dan tetap melanjutkan perjalanan meski diperingatkan.

Untuk bisa sampai ke Menyuan, pendaki harus menyeberangi celah gunung Laohuzui di ketinggian 4.300 meter. Setelah melewati titik ini, tidak ada jalan untuk kembali, sehingga mereka hanya bisa terus maju ke depan di tengah cuaca ekstrem.

Suhu Ekstrem dan Korban Jiwa

Menurut Xiao Xiao, pada 4 Oktober suhu di gunung berkisar –5°C hingga –10°C pada siang hari, dan turun hingga –15°C atau lebih rendah di malam hari. Di puncak Laohuzui, suhu bisa mencapai –20°C.

Ketika timnya turun ke ketinggian 3.300 meter pada 5 Oktober, badai salju kembali melanda.

“Saya sampai merasa wajah saya kaku karena dingin,” kenangnya.

Di perjalanan turun, mereka juga sempat membujuk dua pendaki lain untuk kembali.

Pada 5 Oktober sore, beberapa pendaki mulai mengirim pesan permintaan tolong. Menurut laporan resmi, hingga 7 Oktober siang, 251 pendaki berhasil diselamatkan, namun satu orang meninggal dunia.

Salah satu pendaki yang selamat mengatakan: “Salju mulai turun sejak 5 Oktober dini hari dan tidak berhenti sampai kami keluar dari pegunungan. Sangat dingin — saya sudah pakai dua jaket bulu angsa, jaket gunung, dan sweater wol, tapi tetap menggigil.”

Empat Orang Masih Belum Ditemukan

Seorang warganet yang mengaku sebagai saksi mata menulis: “Pada 4 Oktober malam, kami makan bersama penduduk lokal di gubuk penggembala. Malam itu kami dengar kabar ada yang hilang. Telepon pemilik gubuk terus berdering sepanjang malam. Pada 5 Oktober pagi pukul 04.00, dia sudah berangkat naik motor untuk mencari orang. Sampai hari ini masih ada 4 orang yang belum ditemukan.”

Seorang blogger juga membagikan peta 3D rute Lenglongling, menandai bahwa angka 251 orang berasal dari data di pintu keluar — kemungkinan jumlah sebenarnya yang terjebak lebih banyak.

Cuaca Ekstrem di Tibet dan Xinjiang

Pada saat yang sama, 4 Oktober, daerah Dingri di barat daya Daerah Otonomi Tibet juga dilanda badai salju besar, menyebabkan hampir 1.000 orang terjebak.

Pada 5 Oktober, banyak pendaki mengunggah video yang memperlihatkan wisatawan mengevakuasi diri dari kamp di sisi timur Gunung Everest di tengah badai salju.

Menurut laporan resmi, hingga siang 6 Oktober, 350 pendaki telah berhasil dievakuasi dengan selamat.

Seorang sumber mengatakan pada 7 Oktober bahwa evakuasi para pendaki yang tertahan di area Gunung Everest sisi timur telah dimulai sejak 6 Oktober dan diperkirakan selesai pada 7 Oktober.

Di Xinjiang, Taman Nasional Kanas juga dilanda badai salju pada 5 Oktober. Jalanan tertutup salju dan es, menyebabkan ribuan wisatawan dan kendaraan terjebak, harus bertahan semalaman di tengah badai. (Hui/asr)

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine