EtIndonesia. Para pemimpin dunia pada Kamis (9 Oktober) memuji Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena berhasil membawa perdamaian yang telah lama dinantikan di Timur Tengah. Di berbagai negara, masyarakat merayakan tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Trump mengumumkan bahwa ia akan berangkat ke Mesir untuk menghadiri upacara penandatanganan resmi perjanjian perdamaian tersebut.
Pada hari yang sama, warga Gaza, serta masyarakat Palestina dan Muslim di berbagai belahan dunia, turun ke jalan merayakan berakhirnya perang dua tahun antara Israel dan Hamas.
Di Yerusalem dan Tel Aviv, rakyat Israel juga menggelar pertemuan besar-besaran untuk berterima kasih kepada Trump atas perannya dalam mewujudkan gencatan senjata bersejarah, dan bersiap menyambut kembalinya para sandera.
Beberapa petani Israel bahkan membajak ladang mereka membentuk tulisan “Hadiah Nobel Perdamaian untuk Trump” sebagai tanda penghargaan.
Pada Kamis, Trump menyatakan bahwa ia akan segera berangkat ke Mesir untuk menghadiri upacara resmi penandatanganan perjanjian damai tersebut.
“Banyak negara Muslim dan Arab sedang merayakannya. Semua orang merayakan. Semua orang menyukai kesepakatan (gencatan senjata) ini. Jadi, saya merasa terhormat bisa menjadi bagian darinya. Seperti yang kalian tahu, semuanya sudah disepakati,” kata Trump.
Sehari sebelumnya, pada Rabu (8 Oktober), setelah Trump mengumumkan tahap pertama perjanjian perdamaian antara Israel dan Hamas, pihak Hamas menyatakan bahwa perang telah berakhir untuk waktu yang tidak terbatas.
Menurut isi perjanjian, Hamas harus membebaskan semua sandera dalam waktu 72 jam setelah pasukan pertahanan Israel (IDF) mundur. Diperkirakan pada Senin (13 Oktober) atau Selasa (14 Oktober), Hamas akan membebaskan 20 sandera Israel yang masih hidup, serta mengembalikan jenazah 28 sandera.
Sebagai gantinya, Israel akan membebaskan 250 tahanan Palestina dan 1.700 tahanan Gaza yang terlibat dalam serangan 7 Oktober terhadap Israel.
“Tidak ada seorang pun di (Gaza) yang akan diusir. Tidak akan ada. Justru sebaliknya. Ini adalah rencana besar. Sebuah rencana perdamaian besar yang didukung oleh semua pihak,” tegas Trump.
Saat ini, negara-negara Arab dan Muslim telah berjanji untuk membantu membangun kembali Gaza. Dalam tahap lanjutan dari perjanjian tersebut, Hamas diwajibkan untuk melucuti senjatanya, meskipun kesepakatan akhir tentang hal itu belum tercapai. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


