Menteri Perang AS Mendesak Negara-Negara Sekutu NATO untuk Membeli Lebih Banyak Senjata bagi Ukraina

EtIndonesia. Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth, pada Rabu (15 Oktober), menghadiri KTT NATO dan menyerukan kepada negara-negara anggota untuk membeli lebih banyak senjata bagi Ukraina. Ia kembali menekankan bahwa perdamaian datang dari kekuatan besar yang dihormati oleh lawan; meningkatkan “kekuatan tembakan” akan memberi manfaat bagi Ukraina.

“Harapan kami hari ini adalah lebih banyak negara menyumbang lebih banyak, membeli lebih banyak, dan memberikan bantuan kepada Ukraina sehingga konflik ini dapat diakhiri dengan cara damai,” ujarnya. 

“Daftar Kebutuhan Prioritas Ukraina” disusun oleh Amerika Serikat dan sekutu, memanfaatkan dana negara anggota NATO untuk membeli senjata yang dibutuhkan Ukraina dari Amerika Serikat.

Sekjen NATO Mark Rutte berterima kasih kepada AS dan mengharapkan lebih banyak negara anggota yang bergabung.

“Hingga kini telah berjanji mengalokasikan 2 miliar dolar AS. Hari ini, saya memperkirakan banyak negara akan mengumumkan partisipasi mereka,” katanya. 

Hegseth menekankan bahwa ini adalah momen bersejarah; di bawah kepemimpinan Presiden Trump, harapan perdamaian di Gaza mulai muncul, dan ia berharap harapan yang sama bisa terlihat untuk Ukraina.

 “Saya pikir seluruh dunia melihat bahwa kita memiliki seorang presiden yang menginginkan perdamaian; dia mencari perdamaian dengan berdiri bersama mereka yang berdiri bersama AS dan mendukung perdamaian. Itulah yang kita lihat di sana, dan saya berharap kita juga dapat melihatnya di Ukraina. Itulah fokus upaya kita,” katanya. 

Swedia, Estonia, dan Finlandia pada Rabu berjanji menyumbang untuk bergabung dalam inisiatif Daftar Kebutuhan Prioritas Ukraina.

Menurut Institut Kiel untuk Ekonomi Dunia (Jerman), bantuan militer untuk Ukraina pada Juli–Agustus turun 43% dibandingkan dengan paruh pertama tahun ini.

Rutte menyatakan bahwa KTT NATO kali ini akan berfokus pada bagaimana memperkuat kemampuan pencegahan dan pertahanan Eropa.

Setelah serangkaian insiden pesawat tanpa awak (drone) Rusia yang memasuki wilayah udara, Jerman bersiap memainkan peran utama dalam sistem pertahanan udara manapun di Uni Eropa.

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistolis, saat menghadiri pertemuan para menteri pertahanan NATO hari itu, menyatakan rencana Jerman untuk menggelontorkan puluhan miliar euro untuk pembelian drone.

Sementara itu, Presiden AS Trump juga menyatakan sedang mempertimbangkan untuk menyediakan rudal Tomahawk kepada Ukraina melalui para sekutu.

Rudal Tomahawk jarak jauh akan memungkinkan Ukraina melakukan serangan jarak jauh ke dalam wilayah Rusia.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine