EtIndonesia. Pada Rabu (15/10/2025), pihak berwenang Israel menyatakan bahwa dari 28 sandera yang telah dibunuh, sejauh ini hanya 7 jenazah yang telah dikembalikan, sementara 20 jenazah lainnya masih ditahan oleh Hamas.
Selain itu, satu jenazah yang baru diserahkan ternyata bukan milik sandera. Sementara itu, beredar video yang menunjukkan milisi Hamas melakukan eksekusi publik di Kota Gaza, memicu perhatian luas. Presiden Trump menegaskan bahwa Hamas harus dilucuti senjatanya.
Israel Desak Hamas Kembalikan Semua Sandera
Juru bicara pemerintah Israel pada Rabu menyebutkan bahwa dari empat jenazah sandera yang diserahkan Selasa malam (14 Oktober), satu di antaranya bukan jenazah sandera. Israel menuntut Hamas mengembalikan semua sandera yang masih ditahan.
“Tadi malam Hamas menyerahkan satu jenazah lagi, namun setelah proses identifikasi resmi oleh Institut Forensik Jaffa, dipastikan bahwa itu bukan jenazah sandera. Kami tegaskan kembali: organisasi teroris Hamas harus memenuhi janji kepada pihak mediator dan, sebagai bagian dari perjanjian ini, mengembalikan semua sandera kami,” kata juru bicara pemerintah Israel, Bedrosian.
Forum Keluarga Sandera dan Orang Hilang mengkonfirmasi pada Rabu bahwa dari empat jenazah yang diserahkan hari Selasa, tiga telah diidentifikasi. Mereka adalah:
- Uriel Baruch, 35 tahun
- Tamir Nimrodi, 20 tahun
- Eitan Levi, 53 tahun
Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza Dibatasi
Rabu siang, konvoi truk bantuan terlihat melintas dari sisi Mesir di perbatasan Rafah. Bulan Sabit Merah Mesir menyatakan bahwa 400 truk itu membawa 5.700 ton bahan makanan dan tepung, 1.400 ton peralatan medis, serta sekitar 2.500 ton bahan bakar.
Truk-truk tersebut akan terlebih dahulu melalui pemeriksaan di pos perbatasan Israel, sebelum diizinkan masuk ke Jalur Gaza.
Mulai Rabu, Israel hanya akan mengizinkan separuh dari 600 truk bantuan per hari yang tercantum dalam perjanjian untuk memasuki Gaza.
Dalam pernyataannya, badan pertahanan Israel yang mengawasi bantuan kemanusiaan ke Gaza menyebutkan: “Hamas telah melanggar kesepakatan mengenai penyerahan jenazah sandera yang ditahan di Gaza. Karena itu, kepemimpinan politik memutuskan untuk menerapkan sejumlah sanksi terhadap kesepakatan kemanusiaan yang telah disetujui.”
Video Eksekusi Hamas Beredar — Trump: Hamas Harus Dilucuti Senjatanya
Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa sejak fase pertama perjanjian damai di Gaza diberlakukan, milisi Hamas melakukan eksekusi publik. Di Kota Gaza, beberapa pria tampak dengan tangan terikat ke belakang dan berlutut di tanah, lalu ditembak dari belakang oleh anggota bersenjata Hamas di depan umum.
Sumber Hamas mengkonfirmasi kepada Reuters bahwa peristiwa itu terjadi pada Senin (13 Oktober), dan eksekusi tersebut dilakukan oleh anggota berbagai faksi, termasuk Hamas sendiri, terhadap orang-orang yang mereka tuduh sebagai “pengkhianat”. Identitas korban belum dapat diverifikasi secara independen.
Presiden Donald Trump pada Selasa di Gedung Putih menegaskan bahwa Hamas harus melucuti senjatanya.
Reporter: “Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar Hamas melucuti senjatanya? Bisakah Anda menjamin itu akan terjadi?”
Presiden Trump: “Mereka akan melakukannya, karena mereka sudah berjanji. Jika mereka tidak menepati janji itu, kami akan memaksa mereka untuk melucuti senjatanya.” (Hui/asr)


