PM Israel: Pertempuran Belum Berakhir, Pastikan Semua Jenazah Sandera Dipulangkan

EtIndonesia. Israel pada Kamis (16 Oktober) mengumumkan sedang bersiap untuk membuka kembali perlintasan Rafah di perbatasan dengan Mesir, namun belum menetapkan tanggal pastinya. Dikarenakan Hamas belum menepati kesepakatan untuk menyerahkan semua jenazah sandera.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa pemerintahnya bertekad memastikan semua jenazah sandera yang masih berada di Gaza dapat dikembalikan ke tanah air, serta menekankan bahwa “pertempuran belum berakhir.”

Pernyataan itu ia sampaikan dalam upacara peringatan nasional bagi korban serangan Hamas pada 7 Oktober tahun lalu, yang digelar di Taman Makam Pahlawan Gunung Herzl, Yerusalem.

“Pertempuran belum selesai, tapi satu hal jelas — siapa pun yang berani menyerang kami akan membayar harga yang sangat mahal. Kami bertekad untuk menang, dan kemenangan ini akan berdampak besar bagi masa depan kawasan,” tegasnya. 

Menurut laporan AFP, Forum Keluarga Sandera dan Orang Hilang Israel menyerukan kepada pemerintah agar menunda pelaksanaan tahap lanjutan perjanjian gencatan senjata bila Hamas gagal menyerahkan seluruh jenazah sandera yang tersisa.

Berdasarkan kerangka kesepakatan yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump, tahap selanjutnya mencakup pemberian amnesti bagi para pemimpin Hamas yang sudah melucuti senjata, serta pembentukan mekanisme pemerintahan pascaperang di Gaza.

Perjanjian gencatan senjata itu juga menuntut Hamas untuk melucuti senjata dan menyerahkan kendali wilayah, namun kelompok bersenjata Palestina tersebut hingga kini menolak bekerja sama.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz memperingatkan bahwa jika Hamas tidak menepati perjanjian gencatan senjata yang didukung AS, Israel akan melanjutkan operasi militer.

Sebelumnya, Hamas mengklaim telah mengembalikan semua jenazah sandera yang berhasil ditemukan, dan menyatakan membutuhkan peralatan penggalian tambahan untuk mencari jenazah lainnya sesuai janji dalam kesepakatan.

Laporan menyebutkan Hamas telah mengembalikan 10 jenazah, namun pihak Israel mengatakan salah satunya bukan korban sandera. Saat ini masih ada 19 jenazah sandera yang belum dikembalikan.

Menurut Reuters, pada Rabu sejumlah truk bantuan kemanusiaan telah memasuki Gaza, dan Israel menyatakan telah memberi izin bagi 600 truk bantuan untuk masuk sesuai perjanjian gencatan senjata. Kepala Urusan Kemanusiaan PBB Tom Fletcher menyebut langkah ini sebagai “awal yang baik, namun masih jauh dari cukup.”

Saat ini, di Gaza yang hampir rata dengan tanah akibat perang, sumber daya medis sangat minim, dan sebagian besar dari 2,2 juta penduduknya telah kehilangan tempat tinggal. (Hui/asr)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine