Trump Kirim Pesan ke Hamas: “Taat atau Hilang dari Peta” — Sambil Rangkul Dunia Arab ke Israel

EtIndonesia. Situasi Gaza kembali memasuki fase diplomatik yang sangat krusial. Pada dini hari Jumat, 17 Oktober 2025, sayap politik Hamas secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan tetap mematuhi gencatan senjata penuh dengan Israel, sekaligus menyatakan komitmen untuk menyerahkan seluruh jenazah sandera Israel sesuai kesepakatan sebelumnya.

Dalam pernyataan publik yang dirilis dari Doha, juru bicara Hamas menegaskan bahwa pihaknya “tidak ingin memberi ruang bagi dimulainya kembali operasi militer besar-besaran” dan akan mempercepat proses identifikasi serta evakuasi jenazah yang masih tertimbun di reruntuhan.

Trump Sambut Positif — Siapkan Perluasan Abraham Accords Tahap Kedua

Hanya beberapa jam setelah pengumuman Hamas, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump merespons melalui konferensi pers di Gedung Putih.

“Abraham Accords adalah keajaiban diplomatik. Empat negara yang pertama menandatangani masih bertahan dan bahkan berkembang sangat baik.  Saya ingin Arab Saudi segera bergabung, dan bila itu terjadi, seluruh dunia Arab akan ikut menyusul,” Ujar Trump

Trump menegaskan bahwa Putaran Kedua Abraham Accords akan difokuskan pada normalisasi hubungan penuh antara Israel dengan negara-negara Teluk, Afrika Utara, dan Asia Selatan, termasuk pembukaan koridor perdagangan ekonomi baru yang bahkan dapat menghubungkan Tel Aviv dengan Riyadh, Dubai, hingga New Delhi.

Tapi Trump Kirim Ultimatum Keras ke Hamas

Meski menyambut gencatan senjata, Trump memberi nada ultimatum yang sangat keras.

“Jika Hamas gagal menyerahkan SEMUA jenazah sandera sesuai perjanjian Gaza, maka Israel berhak dan akan saya izinkan untuk memulai kembali operasi militer besar.
Tidak ada negosiasi ulang. Tidak ada kelonggaran,” katanya. 

Informasi internal menyebut bahwa Israel Defense Forces (IDF) saat ini masih dalam status siaga penuh, dengan operasi militer besar tahap kedua yang sudah siap dieksekusi “dalam hitungan jam” bila Hamas dianggap melanggar.

Analisis: Titik Penentu Masa Depan Timur Tengah

  • Jika Hamas patuh penuh, Gaza bisa memasuki fase rekonstruksi historis terbesar sejak 2005.
  • Jika gagal, operasi militer besar-besaran Israel akan kembali dimulai — kali ini dengan legitimasi penuh dari AS dan negara Arab pro-Abraham Accords.
  • Masuknya Arab Saudi ke Abraham Accords akan menjadi perubahan geopolitik terbesar dalam 50 tahun terakhir, berpotensi mengakhiri isolasi permanen Israel di Timur Tengah.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine