OJK Jatim Perkuat Peran Strategis: Dari Regulator ke Arsitek Ekonomi Daerah

Madiun, 16 Oktober 2025 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur secara resmi memasuki babak baru dengan dilantiknya Kepala OJK Jatim yang baru, Yunita Linda Sari. Dalam acara Media Gathering yang digelar di Kandang Ingkung Resto, Madiun, Yunita menegaskan bahwa peran OJK Jatim kini mengalami transformasi strategis: tidak lagi sekadar sebagai regulator, tetapi berkembang menjadi arsitek ekonomi daerah yang aktif membangun fondasi ekonomi melalui penguatan data sistemik dan literasi keuangan berbasis komunitas.

Di hadapan 56 perwakilan media dari 45 institusi, Yunita menyampaikan apresiasi sekaligus harapan akan sinergi berkelanjutan. “Semua yang kita kerjakan adalah untuk mengidentifikasi dan mensosialisasikan pengaturan maupun hal-hal baru yang sudah dilakukan OJK. Kita tidak bisa melakukan sendiri. Banyak yang harus kita minta bantuan dari teman-teman media,” ujarnya, menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam membangun kesadaran dan transparansi keuangan publik.

Dari Pengawasan ke Pendampingan Aktif

Yunita mengungkapkan bahwa di tengah rencana pemerintah pusat menggelontorkan dana stimulan sebesar Rp 200 triliun untuk memperkuat perekonomian nasional, OJK Jatim telah menyiapkan diri untuk menjalankan peran ganda: tidak hanya mengawasi, tetapi juga mendampingi.

“Kami masih menunggu mekanismenya. Begitu ada kepastian, akan kami informasikan kepada rekan-rekan media,” tuturnya, menegaskan komitmen OJK Jatim untuk memastikan penyaluran dana berjalan tepat sasaran, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat Jawa Timur.

Tugas Baru: Pemberdayaan Ekonomi Daerah

Lebih lanjut, Yunita menjelaskan bahwa OJK kini juga mengemban tugas tambahan di luar fungsi regulasi. “OJK bukan hanya regulator, tetapi juga ikut serta memberdayakan potensi ekonomi yang ada di daerah, terutama di wilayah kerja kami, Jawa Timur,” paparnya.

Fokus pemberdayaan akan dilakukan melalui dua pendekatan utama:

  1. Penguatan data keuangan berbasis sistem, untuk memetakan kesehatan dan potensi sektor jasa keuangan secara real-time.
  2. Literasi keuangan berbasis komunitas, yang menyasar tidak hanya masyarakat urban, tetapi juga pelaku UMKM dan komunitas di daerah tertinggal.

Media sebagai Mitra Strategis

Acara Media Gathering ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan bagian dari strategi komunikasi kebijakan yang inklusif. Yunita berharap, dengan dukungan media, informasi mengenai produk, regulasi, dan risiko keuangan dapat disampaikan secara masif dan mudah dipahami semua kalangan.

“Kami sangat berterima kasih dan apresiasi. Dukungan media sangat penting. Informasi-informasi yang memang diperbolehkan untuk dibagikan kepada publik, termasuk gambaran besar industri keuangan Jatim, akan kami sampaikan secara transparan,” janjinya.

Dengan kepemimpinan baru Yunita Linda Sari, OJK Jatim bertekad untuk tidak hanya menjaga stabilitas sistem keuangan, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi inklusif di Jawa Timur – sebuah langkah transformatif dari regulator menjadi arsitek ekonomi daerah yang pro-aktif, kolaboratif, dan berdampak nyata.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine