Rudal Tomahawk Sangat Krusial — Trump: Rusia dan Ukraina Harus Segera Gencatan Senjata

EtIndonesia.  Pada Jumat (17/10/2025), Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Gedung Putih selama lebih dari dua jam untuk membahas perang Rusia–Ukraina. Trump mengatakan suasana pertemuan tersebut sangat bersahabat, dan ia menyerukan agar pertempuran dihentikan dan perjanjian damai segera ditandatangani. Setelah kembali ke Florida pada hari yang sama, Trump kembali menegaskan melalui media bahwa kedua belah pihak harus segera melakukan gencatan senjata.

“Mereka harus segera melakukan gencatan senjata di sepanjang garis depan saat ini. Kalau tidak, situasinya akan menjadi sangat rumit, dan kalian tidak akan pernah bisa menyelesaikannya,” ujar Trump. 

Pernyataan ini disampaikan Trump kepada media setelah ia naik pesawat Air Force One dan kembali ke Florida usai bertemu Zelensky.

Pada hari yang sama, Zelenskyy juga menyampaikan sikap Ukraina, yakni dua hal utama: pertama, perlu duduk bersama untuk berunding; kedua, harus ada gencatan senjata. Namun, ia menilai Presiden Rusia Vladimir Putin tidak berniat menghentikan perang, sehingga tekanan internasional terhadap Rusia harus terus dilakukan.

Mengenai keinginan Kiev untuk memperoleh rudal jelajah Tomahawk dari Amerika Serikat, Trump menunjukkan sikap yang sangat berhati-hati.

“Jika (persenjataan) ditingkatkan, itu bisa berarti perang meluas, dan banyak hal buruk bisa terjadi. Rudal Tomahawk adalah persoalan yang sangat serius,” ujar Trump.

Pada  Sabtu (18 Oktober), Kanselir Jerman Friedrich Merz, saat berkunjung ke wilayah barat Jerman, mengatakan bahwa kunjungan Zelenskyy ke Gedung Putih menunjukkan bahwa Eropa harus mempercepat upaya mengakhiri perang Rusia–Ukraina. Ia mengungkapkan bahwa pada Jumat malam, ia telah melakukan pembicaraan panjang dengan Zelenskyy. Merz menegaskan, Eropa harus memberikan dukungan penuh kepada Ukraina — dari sisi ekonomi, politik, dan militer.

Sebelum pertemuan antara Trump dan Zelenskyy, pada Kamis (16 Oktober), Trump telah berbicara melalui telepon selama dua setengah jam dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Keduanya sepakat untuk mengadakan pertemuan tingkat tinggi antara para penasihat mereka pada pekan depan. Diperkirakan dalam beberapa minggu mendatang, Trump dan Putin akan menggelar pertemuan puncak di Budapest, Hungaria. (Hui/asr)

Laporan gabungan dari wartawan NTD: Qiu Yue dan Jiang Diya.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine