Kasus Kematian Yu Menglong Memicu Gelombang Pengunduran Diri dari Partai Komunis Tiongkok, Jadi Sorotan Media Luar Negeri

oleh Ning Haizhong dan Luo Ya

EtIndonesia — Lebih dari sebulan sejak aktor Tiongkok Yu Menglong meninggal dunia akibat jatuh dari gedung, namun seruan masyarakat di dalam dan luar negeri untuk menuntut keadilan baginya tak kunjung mereda. 

Peristiwa ini bahkan memicu gelombang baru warga Tiongkok, baik di dalam negeri maupun yang tinggal di luar negeri, yang mengumumkan pengunduran diri mereka dari Partai Komunis Tiongkok (PKT), Liga Pemuda Komunis, dan Pionir Muda — sebuah gerakan yang dikenal sebagai “tiga pengunduran diri” (San Tui). 

Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian para pengamat internasional, tetapi juga menjadi topik hangat di berbagai media di luar negeri seperti di Taiwan.

Drama terakhir yang dilakoni Yu Menglong berjudul Feud

Kasus Yu Menglong Penuh Misteri, Warga Tiongkok di Dalam dan Luar Negeri Sadar dan Bergabung Dalam Gerakan “Tiga Pengunduran Diri”

Aktor daratan Tiongkok Yu Menglong, berusia 37 tahun, meninggal dunia secara misterius pada 11 September 2025 setelah “jatuh dari gedung.” Meskipun kepolisian dengan cepat menyingkirkan kemungkinan tindak pidana serta menangkap orang yang mengunggah komentar, menghapus ulasan, dan secara ketat menyensor semua opini publik terkait, namun kecurigaan masyarakat tidak mereda.

Berbagai kabar di masyarakat menyebut bahwa Yu Menglong diduga menjadi korban pembalasan karena menolak “aturan tak tertulis” para penguasa di dunia hiburan. 

Bahkan beredar kabar bahwa pelaku pembunuhan merupakan anak tidak sah dari seorang pemimpin tinggi PKT, sehingga membuat otoritas menutup-nutupi dan melarang keras pemberitaan mengenai kasus kematian Yu Menglong. 

Belakangan ini, semakin banyak pula skandal gelap di bawah rezim PKT yang mulai terbongkar.

Pada 20 September, seorang warganet meluncurkan petisi global bertajuk “Tegakkan Keadilan bagi Yu Menglong” melalui organisasi non-pemerintah AVAAZ. Hingga pukul 22.00 malam waktu Beijing pada 15 Oktober, sebanyak 401.807 orang telah menandatangani petisi tersebut sebagai bentuk dukungan.

Sementara itu, misteri dan kecurigaan di balik kematian Yu Menglong juga memicu gelombang kesadaran di kalangan rakyat Tiongkok. 

Banyak warga setelah terkejut dan sadar akan kebenaran yang disembunyikan, mulai menyatakan pengunduran diri dari Partai Komunis Tiongkok (PKT), Liga Pemuda, dan Pionir Muda melalui situs “Pengunduran Diri dari PKT” di luar negeri.

Dalam kurun waktu hampir sebulan, situs pengunduran diri Epoch Times menerima banyak pernyataan “Tiga Pengunduran Diri (三退)” yang secara eksplisit menyebutkan bahwa keputusan mereka dipicu oleh kasus Yu Menglong.

Pada 11 September 2025, aktor Tiongkok daratan Yu Menglong jatuh hingga tewas di kompleks hunian Sunshine Upper East, Beijing. (Gambar: Tangkapan layar daring)

Salah satunya datang dari Zhang Qisheng, warga Nanyang, Provinsi Henan, yang menulis dalam pernyataannya yang diterjemahkan :

“Saya baru berusia 22 tahun. Setelah berhasil menembus tembok sensor internet, saya melihat begitu banyak kejahatan yang ditutupi PKT—perbuatan yang membuat manusia dan dewa pun murka. Kasus Yu Menglong kali ini membuat rakyat menyadari betapa kejinya rezim yang menggunakan mesin negara untuk melindungi para pelaku kejahatan. Saya dengan ini mencabut semua sumpah yang pernah saya ucapkan kepada PKT, dan dengan tegas mengundurkan diri dari Pionir Muda, Liga Pemuda Komunis, dan Partai Komunis. Saya bersumpah untuk tidak pernah berdamai dengan PKT.”

Sementara itu, Li Fangfang, warga Tiongkok yang kini tinggal di Kanada, menulis:

“Akhir-akhir ini, fakta-fakta mengejutkan dari kasus Yu Menglong semakin membuka mata saya. Negara yang dikuasai PKT sekarang ini ibarat mesin penggiling daging raksasa — rakyat biasa hanyalah sumber organ dan komponen hidup bagi para penguasa merah, yang bisa dibuang kapan saja tanpa keamanan sedikit pun. Saya dengan tegas menyatakan mundur sepenuhnya dari Pionir Muda dan Liga Pemuda PKT! Saya berharap semakin banyak rakyat Tiongkok yang sadar dan bangkit.”

Pada 29 September, sebuah pernyataan dari dalam Tiongkok yang ditandatangani dengan nama “Saat Fajar Menyingsing” menyatakan:

“Pengorbanan Yu Menglong telah membangunkan orang-orang yang seharusnya sadar. Kami harus keluar dari Pionir Muda, keluar dari Liga Pemuda Komunis, dan keluar dari Partai Komunis. Kami tidak ingin lagi menjadi korban kaum penguasa merah. Saatnya fajar menyingsing—kembalikan keadilan bagi Yu Menglong!”

Yu Menglong di serial drama Eternal Love (2017)

Pada 7 Oktober, seseorang bernama Naixin Liang menulis dalam pernyataan “Tiga Pengunduran Diri”-nya:

“Saya bergabung dengan Pionir Muda saat SD dan masuk Liga Pemuda Komunis saat SMP. Dulu sering mendengar seruan untuk melakukan ‘tiga pengunduran diri’, tapi tidak pernah menganggapnya serius. Namun kali ini, karena kasus Yu Menglong, saya menyadari bahwa mereka benar-benar jahat melebihi bayangan saya, membalik seluruh pandangan hidup saya, membuat saya benar-benar sadar. Saya ingin keluar dari organisasi itu.”

Tiga orang lainnya, termasuk seseorang bernama Da Sheng, menyatakan dalam pernyataannya:

“Karena kasus Yu Menglong, saya benar-benar tersadar dan tidak lagi punya harapan terhadap PKT. Saya ingin menjadi orang yang bersih. Kami sekeluarga bertiga memutuskan keluar dari Liga Pemuda Komunis.”

Seorang warga Tiongkok yang kini tinggal di Amerika Serikat dengan nama Li Shuai menulis dalam pernyataannya:

“Selama ini saya adalah orang yang sangat patriotik. Saya masih ingat, ketika pertama kali datang ke Amerika, saya merasa marah setiap kali teman sekelas dari Taiwan memperkenalkan diri bukan sebagai orang Tiongkok. Karena sejak kecil kami diajari untuk berterima kasih kepada para ‘pahlawan’ yang berkorban demi negara; kami percaya tanpa Partai tidak akan ada kehidupan baru seperti sekarang. Selama 30 tahun saya tidak pernah goyah dengan keyakinan itu.

Namun dengan perkembangan teknologi, kini informasi tidak bisa sepenuhnya diblokir, terutama di luar negeri. Banyak kebusukan yang mereka sembunyikan mulai terungkap. Terutama kali ini, kasus Yu Menglong membuat saya tidak bisa tenang untuk waktu lama.”

Li Shuai melanjutkan:

“Saya mencoba bersuara di internet, tapi semua postingan saya dihapus tanpa alasan. Mereka menindas dan mengendalikan pikiran rakyat; siapa pun yang mereka ingin binasakan, akan binasa. Apakah ini masih negara yang saya cintai? Saya sangat sedih! Sekelompok iblis sedang menguasai negeri saya! Saya ingin keluar dari organisasi jahat ini! Saya memang tidak bergabung dengan Partai, tetapi saya akan melakukan dua pengunduran diri — keluar dari Pionir Muda dan Liga Pemuda Komunis.”

Media Taiwan secara luas memberitakan insiden Yu Menglong, menyerukan kepada warga Tiongkok untuk mundur dari Partai Komunis Tiongkok. (Gambar komposit The Epoch Times)

Media Taiwan Ramai Memberitakan Kasus Yu Menglong dan Gelombang “Tiga Pengunduran Diri” di Tiongkok

Kasus Yu Menglong juga mendapat perhatian luas di Taiwan, terutama karena guru sekaligus mentornya, Sun Derong, berada di Taiwan dan terus bersuara lantang. Tindakan Sun mendorong berbagai media Taiwan untuk menindaklanjuti dan melaporkan kasus ini.

Dalam beberapa hari terakhir, media Taiwan gencar memberitakan bahwa peristiwa kematian Yu Menglong telah memicu gelombang besar pengunduran diri warga Tiongkok dari Partai Komunis dan organisasi afiliasinya. 

Media tersebut juga mengutip data dari situs “Pengunduran Diri dari PKT” oleh  Epoch Times, yang menunjukkan bahwa lebih dari 450 juta orang Tiongkok telah menyatakan keluar dari Partai, Liga Pemuda, dan Pionir Muda.

Media-media Taiwan seperti Sanli (SETN), ETtoday (Dongsen), Formosa TV (Minshi), Newtalk, dan Zaoka turut menurunkan laporan berturut-turut dengan judul-judul berikut:

  • “PKT Menutupi Kabar Kematian Yu Menglong, Malah Memicu Gelombang Besar ‘Tiga Pengunduran Diri’! Lebih dari 450 Juta Orang Mengajukan Diri Keluar dari Partai Komunis”
  • “Yu Menglong Diduga Diperkosa dan Dibunuh — Misteri yang Berlangsung Selama Sebulan! Lebih dari 450 Juta Warga Tiongkok Dinyatakan Ingin ‘Keluar dari Partai Komunis’”
  • “Kematian Jatuh dari Gedung Yu Menglong Masih Misterius Setelah Lebih dari Sebulan! Warga Tiongkok Ramai-Ramai Menyatakan Keluar dari Partai Komunis: Di Mana Keamanan Kami?”
  • “Penyebab Kematian Yu Menglong Penuh Kejanggalan — Terungkap Gelombang ‘Keluar dari Partai Komunis’, Warga Tak Dapat Kebenaran Malah Ditangkap”
  • “Kasus Yu Menglong Picu Gelombang ‘Tiga Pengunduran Diri’ — Pakar Ungkap Kebenaran di Balik Sistem ‘Manusia Memakan Manusia’ Ala PKT: Jika Tak Sadar, Tragedi Akan Terulang”

Media-media tersebut secara serentak menyoroti bahwa tindakan keras rezim Tiongkok dalam menutupi kasus Yu Menglong justru mempercepat kesadaran rakyat dan memicu ledakan besar gerakan “tiga pengunduran diri” dari Partai Komunis Tiongkok dan organisasi afiliasinya.

Ketua Pusat Layanan Global Pengunduran Diri dari Partai Komunis, Wang Zhiyuan, mengatakan kepada Epoch Times bahwa melalui kasus Yu Menglong, masyarakat Taiwan dapat melihat dengan jelas sifat sebenarnya dari Partai Komunis Tiongkok (PKT). Ia menilai hal ini menunjukkan bahwa strategi “front persatuan” yang selama bertahun-tahun dijalankan oleh PKT telah gagal total.

Sementara itu, Zhou Junhong, mantan pengacara dari Shenzhen, Tiongkok, mengatakan kepada Epoch Times bahwa Partai Komunis kini terjebak dalam situasi terpojok dari segala arah. 

“Baik di dalam negeri maupun di dunia internasional, PKT telah kehilangan hati rakyat,” ujarnya.

Analisis: Rakyat Tiongkok Menyelamatkan Diri Lewat “Tiga Pengunduran Diri”, Kekuasaan PKT di Ambang Runtuh

Wang Zhiyuan menyatakan bahwa melalui kasus Yu Menglong, rakyat Tiongkok semakin melihat dengan jelas korupsi dan kejahatan Partai Komunis Tiongkok (PKT). 

Banyak warga yang dulu masih memiliki harapan terhadap partai itu kini telah sadar, termasuk para “xiaofenhong” (kaum muda pro-PKT). Menurut Wang, ini menunjukkan bahwa rakyat Tiongkok sedang mencari pembebasan spiritual. Fenomena tersebut menandakan bahwa di Tiongkok — baik dari aspek spiritual, sosial, maupun ekonomi — kekuasaan PKT sedang menuju kehancuran menyeluruh.

Wang menambahkan, gerakan “tiga pengunduran diri” (San Tui) kini menunjukkan perubahan mencolok. Dahulu, kebanyakan orang menggunakan nama samaran untuk menyatakan pengunduran diri mereka di internet. 

Namun kini, semakin banyak warga yang berani mencantumkan nama asli secara terbuka. Terutama di luar negeri, dalam acara-acara publik yang mendapat sorotan media internasional, banyak orang yang secara resmi menerima sertifikat pengunduran diri dari PKT. 

Wang juga menambahkan, Antara akhir April hingga awal Agustus saja, tercatat lebih dari 60 pemuda asal Tiongkok yang secara terbuka menerima sertifikat tersebut dalam sebuah pertemuan umum.

Sementara itu, Zhou Junhong berpendapat bahwa di Tiongkok saat ini tidak ada kebenaran dan keadilan. Menurutnya, hanya ketika semakin banyak rakyat Tiongkok sadar bahwa tirani PKT adalah sumber penderitaan dan tragedi nasional, lalu bangkit melawan, barulah muncul harapan bagi bangsa Tiongkok.

“Kini, dengan keluar dari partai, liga, dan pionir muda, serta memutuskan hubungan sepenuhnya dengan PKT, seseorang bisa benar-benar menyelamatkan dirinya. Ini adalah bentuk perlawanan dan kebangkitan diri. Hanya dengan memisahkan diri total dari Partai Komunis Tiongkok, kita sebagai orang Tiongkok bisa menjadi individu yang merdeka, bebas dari kendali iblis,” ujar Zhou.

Zhou menambahkan bahwa PKT menindas praktisi Falun Gong yang mendorong orang untuk keluar dari partai, serta mencemarkan nama Epoch Times, karena hal yang paling ditakuti oleh PKT adalah rakyat ingin meninggalkannya atau bahkan sekadar membicarakan hal itu.

“Partai Komunis bertahan dengan mengendalikan ideologi rakyat. Jika ia tak lagi bisa mengontrol pikiran orang, maka kejatuhannya adalah hal yang tak terelakkan,” katanya.

Sumber : Epochtimes.com

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine