EtIndonesia. Militer Myanmar baru-baru ini melakukan operasi penyergapan di sekitar Kompleks KK Park, dan menemukan 30 set perangkat Starlink beserta perlengkapannya. Dalam operasi tersebut, militer mengambil alih sekitar 200 bangunan di kawasan itu dan menemukan sekitar 2.200 orang pekerja di dalamnya.
Citra satelit menunjukkan bahwa di sepanjang Sungai Moei yang berkelok di perbatasan Myanmar–Thailand, terdapat sekitar 27 kompleks penipuan daring (scam park).
Kawasan-kawasan ini tampak seperti area perkantoran dan asrama yang terus bermunculan. Pos pemeriksaan keamanan di pintu masuk utama juga telah diperluas secara signifikan, dengan penambahan satu jalur baru dan sebuah bundaran.
Foto yang diambil pada 17 September 2025 menunjukkan kompleks KK Park di Negara Bagian Kayin, Myanmar timur, tepat di seberang perbatasan dengan Distrik Mae Sot, Provinsi Tak, Thailand.
Sebelumnya, hasil penyelidikan AFP mengungkap bahwa penggunaan perangkat Starlink di Myanmar meningkat tajam, meskipun belum memiliki izin operasi resmi. Namun, perangkat tersebut bisa diperoleh di pasar gelap, dan banyak bangunan di kompleks-kompleks tersebut yang memasang antena Starlink di atapnya untuk mengakses jaringan satelit. Nilai pasar dari jaringan ilegal ini diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.
Starlink hingga kini belum memiliki lisensi resmi di Myanmar. Sebelum operasi penertiban besar-besaran pada Februari tahun ini, Starlink bahkan belum tercatat dalam daftar penyedia layanan internet nasional karena lalu lintas datanya masih kecil.
Namun menurut data dari Asia Pacific Network Information Centre (APNIC), sejak 3 Juli hingga 1 Oktober, Starlink menempati peringkat teratas dalam lalu lintas internet Myanmar setiap hari.
Laporan dari Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) menyebutkan bahwa pada tahun 2023, kelompok penipuan daring di Asia Tenggara berhasil menipu korban di dalam dan luar kawasan hingga US$37 miliar.
Sejak Februari tahun ini, otoritas Thailand, Tiongkok, dan Myanmar bekerja sama dalam operasi besar-besaran memberantas jaringan penipuan lintas negara.
Dalam operasi itu, sekitar 7.000 orang pekerja yang terjebak di dalam kompleks penipuan berhasil diselamatkan — banyak di antaranya mengaku menjadi korban perdagangan manusia dan dipaksa bekerja dalam kegiatan ilegal. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


