SURABAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi, inklusi keuangan, serta perlindungan konsumen melalui serangkaian program strategis. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan gelaran event berskala nasional menjadi andalan untuk mendekatkan layanan jasa keuangan kepada masyarakat.
Firdaus Aditya Rizqy, Kepala Divisi Layanan Manajemen Strategis dan Koordinator Regional OJK Provinsi Jawa Timur, dalam paparannya, mengungkapkan capaian signifikan dalam edukasi keuangan.
“Melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan yang dicanangkan sejak Agustus 2024, OJK Jatim telah melaksanakan nearly 1.000 kegiatan edukasi dengan total partisipan mencapai 762.000 orang sejak 2018. Ini adalah program utama kami,” jelas Firdaus dalam forum media di Kediri, yang juga dihadiri oleh perwakilan OJK dari berbagai wilayah seperti Malang, Blitar, Tulungagung, dan Kediri.
Pemilihan sejumlah kota/kabupaten ini, menurut Firdaus, didasarkan pada potensi dan kebutuhan setempat, termasuk kolaborasi dengan gerakan Pramuka sebagai salah satu target sasaran. Program unggulan seperti Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Simpanan Pelajar (SIMPEL) juga terus digencarkan.
Komunikasi Publik dan Perang Melalui Digital
Di era digital, OJK Jatim aktif menjangkau masyarakat melalui platform media sosial. Firdaus memaparkan, akun Instagram @ojk_jatim telah mencapai 17.011 pengikut, dengan jangkauan akun (account reached) sebanyak 27.913 dan impressions hingga 281.596. Ia mengajak rekan media untuk mendukung dengan mem-follow akun resmi tersebut untuk mendapatkan update informasi terbaru.
“Selain edukasi, komunikasi publik dan penanganan scam adalah prioritas. Hingga September 2025, Satgas PASTI OJK Jatim telah menangani 410 pengaduan kegiatan ilegal dan 455 kegiatan advokasi,” tegas Firdaus.
Upaya pemberantasan penipuan online menunjukkan hasil nyata. Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, 87.819 rekening berhasil diblokir dari lebih dari 274.722 laporan yang masuk ke Indonesia Anti-Scam Centre. Dana korban yang berhasil diselamatkan mencapai Rp374,2 miliar.
“Pemblokiran rekening dan penutupan rekening dengan kesesuaian NIK oleh perbankan menjadi langkah preventif yang terus kami tingkatkan. Baru saja, 2 hari lalu pada 15 Oktober, kami juga melakukan edukasi langsung kepada Gubernur Jawa Timur beserta jajarannya,” tambahnya.
FinExpo 2025: Puncak Bulan Inklusi Keuangan Nasional di Surabaya
Menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan, OJK Jatim akan menyelenggarakan Financial Expo (FinExpo) 2025 yang merupakan perhelatan nasional. Kegiatan ini akan berlangsung pada 23-26 Oktober 2025 di Tunjungan Plaza (TP) Surabaya, dengan acara puncak pembukaan pada 24 Oktober.
“Tahun ini, puncak Bulan Inklusi Keuangan nasional dipusatkan di Jawa Timur, tepatnya di Surabaya. Kami memilih Surabaya karena potensi pasarnya yang besar sebagai pusat ekonomi kedua setelah Jakarta,” ujar Firdaus.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya memanfaatkan TP 3, FinExpo 2025 akan menggunakan area yang lebih luas, mencakup Atrium & Koridor TP 6 (Main Stage), Atrium TP 3, TP 2, dan TP 1. Acara ini akan menampilkan pameran lembaga jasa keuangan, edukasi produk, serta beragam hibahan menarik seperti grand prize dan door prize bagi pengunjung yang melakukan transaksi.
“Kami undang Bapak/Ibu untuk hadir dan meramaikan. Siapa tahu rezekinya ada di ruangan ini,” seloroh Firdaus disambut tawa para hadirin.
Indonesia Islamic Finance Summit 2025: Event Flagship OJK di Jatim
Tak berhenti di Oktober, pada awal November 2025, Jawa Timur kembali dipercaya menjadi tuan rumah Indonesia Islamic Finance Summit 2025. Event flagship OJK secara nasional untuk sektor keuangan syariah ini akan digelar pada 3-4 November 2025 di Hotel Westin Surabaya.
“Ini kali pertama event sebesar ini dilaksanakan di luar kantor pusat. Hampir seluruh anggota Dewan Komisioner OJK dan 9 dari 11 fungsi di OJK akan hadir,” papar Firdaus. Kegiatan ini akan mencakup berbagai forum sektoral, mulai dari perbankan syariah, pasar modal syariah, asuransi syariah, hingga diskusi tentang aset kripto dalam konteks syariah.
Dukungan pada Program Pemerintah melalui PED
Di akhir pemaparannya, Firdaus menyentuh peran OJK dalam mendukung program pemerintah, khususnya melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED). Program ini sejalan dengan visi pemerintahan, fokus pada swasembada pangan, penguatan UMKM, pemberdayaan perempuan dan pemuda, serta industrialisasi.
Salah satu wujud nyatanya adalah pengembangan komoditas unggulan seperti Pisang Mas Kirana di Kabupaten Lumajang dan Melon skala premium dengan greenhouse di Kabupaten Blitar dan Lamongan.
“Kami berkolaborasi dengan Pemprov Jatim, kota, dan kabupaten, serta seluruh LJK. Intinya, kami berusaha menjaga dan memasarkan produk-produk lokal yang belum tersentuh, agar memiliki nilai tambah dan daya saing,” pungkas Firdaus, menutup pemaparan yang komprehensif tentang langkah nyata OJK Jatim membangun ekosistem jasa keuangan yang inklusif, cerdas, dan terlindungi.


