EtIndonesia. Serangan pesawat nirawak Ukraina di kilang pemrosesan gas Orenburg memaksa Kazakhstan yang bertetangga untuk mengurangi produksi di ladang Karachaganak sebesar 25-30%, lapor Reuters.
Pabrik Orenburg Gazprom terpaksa menghentikan pasokan gas dari Kazakhstan, demikian pernyataan Kementerian Energi Kazakhstan pada Minggu, 19 Oktober.
Menurut dua sumber yang dikutip oleh badan tersebut, per 20 Oktober, produksi di Karachaganak turun menjadi 25.000–28.000 metrik ton dari biasanya 35.000–35.500.
Mereka mencatat bahwa Orenburg mungkin akan melanjutkan pasokan gas sebagian dari Karachaganak hari ini, tetapi tidak merinci kapan tingkat pasokan normal akan dipulihkan.
Produksi minyak dan gas di Karachaganak saling terkait erat, yang berarti ladang tersebut tidak dapat menghasilkan minyak dalam jumlah yang signifikan jika produksi gas menurun.
Selain pemrosesan di Orenburg, gas dari Karachaganak digunakan untuk reinjeksi guna menjaga tekanan reservoir dan pembangkit listrik di fasilitas lokal.
Pabrik pengolahan gas Orenburg merupakan bagian dari proyek internasional KazRosGaz (Rusia-Kazakhstan), yang memproses gas dari ladang Karachaganak di Kazakhstan.
Serangan Drone di Pabrik Orenburg Gazprom
Pada malam 19 Oktober, drone menyerang pabrik gas di wilayah Orenburg, Rusia, yang menyebabkan kebakaran di salah satu bengkel.
Gazprom mengonfirmasi adanya keadaan darurat di pabrik pengolahan gas Orenburg pada malam itu. Akibatnya, pabrik tersebut untuk sementara berhenti menerima gas mentah dari ladang Karachaganak.
Pada 20 Oktober, kebakaran kembali terjadi di pabrik pengolahan gas Orenburg.
Warga setempat melaporkan melihat api di lokasi pabrik, dan geolokasi mengonfirmasi bahwa gambar tersebut memang menunjukkan fasilitas pengolahan gas.(yn)


