Jakarta, 25 Oktober 2025 – PT Merdeka Copper Gold Tbk (IDX: MDKA), salah satu holding perusahaan pertambangan terkemuka di Indonesia, menegaskan komitmennya terhadap praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam acara Media Gathering yang diselenggarakan bersama Bursa Efek Indonesia (BEI). Presentasi yang dipimpin oleh Tom Malik, Head of Corporate Communications Merdeka Group, menyoroti peran strategis pertambangan dan pentingnya penerapan ESG sebagai pilar pembangunan berkelanjutan.
Kontribusi Pertambangan bagi Indonesia
Dalam paparannya, Merdeka mengawali dengan memaparkan kontribusi signifikan sektor pertambangan terhadap perekonomian Indonesia. Pada tahun 2024, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai Rp22.139 triliun, dengan sektor pertambangan menyumbang Rp2.090 triliun atau 9,44%, menempati peringkat kelima. Indonesia juga menduduki peringkat utama dunia dalam produksi dan cadangan berbagai mineral, seperti peringkat pertama untuk nikel, ketiga untuk timah, serta kelima untuk produksi dan cadangan emas. Sektor ini tidak hanya menjadi penopang PDB, tetapi juga sumber devisa, pendapatan pemerintah, penciptaan lapangan kerja, dan penggerak pembangunan wilayah terpencil.
Merdeka Group: Kekuatan Nasional di Sektor Mineral
Sebagai perusahaan holding yang telah go public, Merdeka Copper Gold mengelola portofolio operasi yang tersebar di Pulau Jawa dan Kawasan Indonesia Timur. Grup ini didukung oleh anak usaha terbuka lainnya, yaitu PT Merdeka Battery Materials Tbk (IDX: MBMA) dan PT Merdeka Gold Resources (IDX: EMAS). Aset yang dikelola mencakup tambang emas, tembaga, nikel, serta fasilitas pengolahan mineral. Total sumber daya yang dimiliki Grup Merdeka mencapai 36,4 juta ounces emas, 8,5 juta ton tembaga, 13,8 juta ton nikel, dan 1,0 juta ton kobalt, menjadikannya pemain kunci dalam industri mineral nasional.
Pertambangan dan Transisi Energi Hijau
Salah satu fokus presentasi adalah hubungan sinergis antara pertambangan dan transisi energi. Ditekankan bahwa kendaraan listrik (EV) membutuhkan mineral enam kali lebih banyak dibandingkan mobil konvensional, dengan berat rata-rata 346 kg lebih berat. Sebagai negara penghasil mineral logam kritikal untuk EV, seperti nikel dan kobalt, Indonesia—dan khususnya Merdeka—memiliki peran strategis dalam mendukung rantai pasok energi hijau global. Meski diakui bahwa 81% sumber listrik di Indonesia masih berasal dari bahan bakar fosil (dengan 62% dari batubara), kontribusi mineral untuk teknologi hijau tetaplah vital.
ESG: Bukan Tren, tapi Keharusan
Bagian inti dari gathering ini adalah penjelasan mendalam tentang pentingnya ESG. Tom Malik menegaskan bahwa ESG bukan sekadar kepatuhan, melainkan kerangka fundamental untuk menciptakan dan mempertahankan nilai jangka panjang di tengah perubahan dinamika global. “Kinerja ESG digunakan pemangku kepentingan, terutama investor, untuk memahami dampak perusahaan beyond kinerja keuangan,” ujarnya. ESG dipandang sebagai evolusi dari konsep Corporate Social Responsibility (CSR) dan keberlanjutan.
Merdeka telah menerbitkan Laporan Keberlanjutan sejak 2018 (MDKA) dan 2022 (MBMA), sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 51/POJK.03/2017.
Pengakuan Global atas Kinerja ESG Merdeka
Komitmen nyata Merdeka dalam ESG diakui oleh berbagai lembaga pemeringkat ternama:
- MSCI: Mempertahankan peringkat ESG ‘A’, satu-satunya perusahaan Indonesia di sektor logam dan pertambangan terdiversifikasi yang mencapai level ini.
- Sustainalytics: Bercokol di peringkat #1 untuk Risiko ESG di antara perusahaan pertambangan terdiversifikasi Indonesia, dan naik dari persentil ke-16 ke persentil ke-9 secara global.
- IDX KEHATI: Terpilih sebagai konstituen dua indeks ESG terkemuka BEI, yaitu ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI.
- CDP: Meraih peringkat ‘B’ untuk pelaporan 2024, menjadikannya satu-satunya perusahaan pertambangan terdiversifikasi Indonesia yang diakui oleh CDP.
Penutup: Komitmen Berkelanjutan untuk Indonesia
Acara ditutup dengan penyampaian kesimpulan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia adalah modal dasar untuk mensejahterakan bangsa. Grup Merdeka, dengan berpegang pada nilai inti keselamatan, keberlanjutan, tanggung jawab, dan inklusi, bertekad untuk terus menciptakan nilai dan meningkatkan kualitas hidup dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Transparansi melalui pelaporan keberlanjutan yang diakui secara nasional dan internasional menjadi bukti komitmen tersebut. Ke depan, strategi dan komunikasi ESG yang komprehensif akan terus menjadi prioritas Merdeka dalam menjalankan operasinya.


