EtIndonesia. Angkatan Pertahanan Ukraina menyerang pabrik kimia Bryansk dengan rudal, menurut Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.
Staf Umum melaporkan bahwa pasukan Ukraina terus menyerang sasaran strategis kompleks industri militer Rusia, sehingga melemahkan potensi ofensif tentara Rusia.
“Pada 21 Oktober 2025, Angkatan Udara Ukraina, berkoordinasi dengan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan komponen lain dari Angkatan Pertahanan Ukraina, menyerang pabrik kimia Bryansk,” demikian pernyataan tersebut.
Staf Umum menambahkan bahwa serangan gabungan rudal dan udara besar-besaran tersebut mencakup penggunaan rudal Storm Shadow yang diluncurkan dari udara, yang berhasil menembus sistem pertahanan udara Rusia.
Hasil serangan saat ini sedang diverifikasi.
Sebelumnya, media sosial Rusia melaporkan bahwa Ukraina telah meluncurkan pesawat untuk serangan rudal di wilayah Rusia, khususnya yang menargetkan wilayah Bryansk.
Staf Umum mencatat bahwa pabrik kimia Bryansk merupakan elemen kunci industri pertahanan Rusia. Fasilitas ini memproduksi bubuk mesiu, bahan peledak, dan komponen bahan bakar roket, termasuk bahan yang digunakan untuk amunisi dan rudal yang digunakan dalam serangan Rusia di Ukraina.
Serangan di wilayah Bryansk
Wilayah Bryansk sering diserang oleh pesawat nirawak tak dikenal dan senjata lainnya dalam beberapa minggu terakhir.
Misalnya, pada malam tanggal 6 Oktober, sumber-sumber Rusia melaporkan kebakaran besar di gardu induk pembangkit listrik termal di Kota Klintsy. Warga kemudian melaporkan pemadaman listrik dan mengklaim fasilitas tersebut telah terkena serangan rudal.
Baru-baru ini, pada tanggal 19 Oktober, anggota gerakan partisan ATESH menghancurkan sistem komando dan kendali Rusia di wilayah perbatasan Bryansk.
Menurut kelompok tersebut, sebuah menara komunikasi yang digunakan untuk mengoordinasikan pasukan pendudukan dan unit perbatasan dinonaktifkan dalam operasi tersebut. (yn)


