Penelitian Terbaru Peringatkan: Minuman Manis Tambahan Mempercepat Penyebaran Kanker Usus

EtIndonesia. Sebuah studi yang diterbitkan pada September lalu di jurnal Nature Metabolism mengungkapkan bahwa konsumsi minuman manis dapat meningkatkan risiko penyebaran kanker kolorektal (usus besar dan rektum) di dalam tubuh.

Adapun yang dimaksud dengan minuman manis adalah semua jenis minuman yang mengandung tambahan gula, termasuk sukrosa dan sirup jagung tinggi fruktosa — keduanya mengandung fruktosa dan glukosa.

Para peneliti memaparkan sel kanker usus besar pada campuran fruktosa dan glukosa untuk meniru kondisi fisiologis setelah seseorang meminum minuman manis. Hasilnya menunjukkan bahwa paparan ini meningkatkan kemampuan sel kanker untuk bergerak dan bermetastasis (menyebar), sehingga mempercepat penyebaran kanker ke bagian tubuh lain.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa mekanismenya terjadi karena campuran glukosa–fruktosa mengaktifkan enzim bernama sorbitol dehydrogenase (SORD). Enzim ini mempercepat metabolisme glukosa dan memicu jalur kolesterol, yang pada akhirnya menyebabkan sel kanker lebih cepat menyebar ke hati — organ yang paling sering menjadi lokasi metastasis kanker usus besar.

Menurut para peneliti, penelitian sebelumnya memang telah menyoroti hubungan antara konsumsi minuman manis dan risiko terkena kanker usus besar, tetapi studi ini merupakan yang pertama kali meneliti pengaruh minuman manis terhadap proses metastasis atau penyebaran penyakit tersebut.

Peringatan: Kasus Kanker Usus Besar pada Anak Muda Meningkat Tajam

Sejak tahun 1980-an, konsumsi minuman manis di seluruh dunia terus meningkat. Di Amerika Serikat, lebih dari separuh orang dewasa dan hampir dua pertiga remaja mengkonsumsi minuman manis setiap hari. Kenaikan konsumsi ini beriringan dengan peningkatan tajam kasus kanker usus besar pada kalangan muda.

Penelitian yang dipresentasikan dalam ajang “Digestive Disease Week” (Pekan Penyakit Pencernaan) 2024 menunjukkan bahwa antara tahun 1999 hingga 2020, angka kejadian kanker usus besar meningkat drastis:

  • pada kelompok usia 10–14 tahun naik 500%,
  • usia 15–19 tahun naik 333%,
  • usia 20–24 tahun naik 185%,
  • dan usia 25–29 tahun meningkat 68%.

Pola makan secara umum dianggap sebagai salah satu faktor lingkungan paling berpengaruh terhadap berkembangnya kanker kolorektal. Di antaranya, konsumsi minuman manis menjadi salah satu faktor utama.

Faktor risiko lainnya meliputi kelebihan berat badan, diabetes tipe 2, merokok, konsumsi alkohol, serta pola makan yang tinggi daging merah atau daging olahan, dan kebiasaan memasak dengan suhu sangat tinggi. Perbaikan dalam aspek-aspek ini diyakini dapat membantu menurunkan risiko terkena kanker usus besar dan rektum. (Hui/asr)

oleh Jin Jing/Lin Qing – NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine