Video Fenomena Tak Wajar Terjadi di Tiongkok Utara: Sejumlah Besar Burung Layang-layang Mati Kedinginan Karena Tak Bermigrasi ke Daerah Selatan

Baru-baru ini, di wilayah utara Tiongkok muncul fenomena aneh — banyak burung layang-layang tidak terbang ke selatan untuk menghindari musim dingin, dan sebagian besar di antaranya mati kedinginan.  Burung layang-layang sejak dulu dianggap sebagai simbol keberuntungan, sehingga banyak orang menilai kematian massal burung ini sebagai pertanda buruk.

EtIndonesia. Pada 20 Oktober 2025, seorang netizen memposting video yang menunjukkan kejadian di Kota Wuchang, Provinsi Heilongjiang. Dalam video itu terlihat banyak burung layang-layang yang tidak bermigrasi ke selatan untuk musim dingin, akhirnya mati membeku.

“Burung-burung itu semuanya kedinginan sampai mati, tidak bisa terbang lagi. Di depan rumah saya ada sedikit tempat yang masih agak hangat, jadi mereka berkumpul di sana. Ada lebih dari seratus ekor, banyak yang sudah mati, tidak bisa berbuat apa-apa,” kata orang yang merekam video tersebut.

Fenomena burung layang-layang yang tidak terbang ke selatan dan mati membeku di wilayah utara Tiongkok menimbulkan diskusi luas.

Sebagian warganet menduga hal itu disebabkan oleh perubahan iklim yang ekstrem, karena suhu di wilayah utara menurun drastis dalam waktu singkat. “Rasanya seperti tiba-tiba masuk musim dingin dalam sehari,” tulis seorang pengguna internet.

Namun, banyak pula yang menilai fenomena ini sangat tidak wajar dan menganggapnya sebagai pertanda buruk:

  • “Kalau ada yang aneh, pasti ada sesuatu yang tidak beres.”
  • “Tahun ini angin dan hujan tidak menentu, hewan-hewan pun tak mampu beradaptasi.”
  • “Pagi tadi di jalan saya juga lihat beberapa burung mati. Tadinya saya kira burung pipit, tapi ternyata bukan.”

Setiap tahun ketika musim dingin tiba, burung layang-layang di utara biasanya akan bermigrasi ke selatan — hal ini adalah fenomena alam. Dalam sistem dua puluh empat musim tradisional Tiongkok, periode ‘Bailu’ (Embun Putih) memiliki tiga tanda:

  1. Burung angsa mulai datang,
  2. Burung “xuan niao” (burung layang-layang) pulang ke selatan,
  3. Burung-burung lainnya mulai mencari makanan untuk musim dingin.

Artinya, setelah masuk musim “Bailu”, udara semakin dingin, dan burung-burung seperti angsa serta layang-layang mulai terbang ke wilayah selatan untuk mencari tempat yang lebih hangat. Dalam kitab kuno Yue Ling Qi Shi Er Hou Ji Jie disebutkan:

“Burung layang-layang adalah burung dari selatan, jadi ketika cuaca dingin, mereka akan kembali ke selatan.”

Tahun ini, musim “Bailu” jatuh pada 7 September. Pepatah kuno mengatakan:

“Pada malam Bailu, angin musim gugur bertiup — setiap malam semakin dingin.”

Seharusnya, sejak saat itu burung layang-layang sudah mulai meninggalkan utara untuk bermigrasi ke selatan. Namun hingga akhir Oktober, masih ada banyak burung layang-layang di timur laut Tiongkok yang belum berangkat dan akhirnya mati membeku — sesuatu yang dianggap sangat tidak biasa oleh masyarakat.

Burung Gagak di Langit

Selain itu, fenomena aneh lain juga muncul di berbagai daerah seperti Hebei, Henan, Sichuan, dan Mongolia Dalam — di mana ribuan burung gagak beterbangan di langit, membentuk pemandangan seperti awan hitam yang bergulung di atas kota.

Seorang saksi di Datong, Provinsi Shanxi, mengatakan, “Saya mendengar suara ‘kraaa kraaa’ di atas kepala. Saat menengadah, ternyata langit penuh dengan burung gagak, dan itu berlangsung sekitar dua jam.”

Dalam budaya tradisional Tiongkok, burung gagak sering dianggap sebagai simbol kesialan atau pembawa berita duka. Dalam catatan Youyang Zazu dari Dinasti Tang disebutkan:

“Suara gagak di bumi bukanlah pertanda baik.”

Peribahasa rakyat juga mengatakan:

“Jika gagak terbang di atas kepala, bila tak ada bencana, pasti ada musibah.”

Karena itu, banyak orang percaya bahwa munculnya begitu banyak burung gagak di berbagai wilayah Tiongkok mungkin menandakan adanya bencana atau peristiwa besar yang akan datang.

oleh Luo Tingting / Fan Ming – NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine