Video: AS Tewaskan 2 Orang dalam Serangan Terhadap Kapal yang Diduga Membawa Narkoba, di Samudra Pasifik

EtIndonesia. Militer AS melancarkan serangan kedelapan terhadap sebuah kapal yang diduga membawa narkoba, menewaskan dua orang di perairan Samudra Pasifik timur, ujar Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Rabu (24/11). Serangan ini menandai perluasan kampanye pemerintahan Trump melawan perdagangan narkoba di Amerika Selatan.

Serangan Selasa malam tersebut merupakan perubahan dari tujuh serangan AS sebelumnya yang menargetkan kapal-kapal di Karibia. Hegseth mengatakan di media sosial bahwa serangan terbaru tersebut menewaskan dua orang, sehingga jumlah korban tewas menjadi setidaknya 34 orang dari serangan yang dimulai bulan lalu.

Serangan ini menandai perluasan wilayah target militer di perairan Amerika Selatan serta peralihan ke Kolombia, tempat sebagian besar kokain dari produsen terbesar dunia tersebut diselundupkan. Postingan Hegseth juga membandingkan secara langsung antara perang melawan terorisme yang dideklarasikan AS setelah serangan 11 September 2001 dengan tindakan keras pemerintahan Trump.

“Sebagaimana Al Qaeda mengobarkan perang di tanah air kita, kartel-kartel ini juga mengobarkan perang di perbatasan dan rakyat kita,” kata Hegseth, seraya menambahkan “tidak akan ada perlindungan atau pengampunan — hanya keadilan.”

Presiden Donald Trump telah membenarkan serangan tersebut dengan menegaskan bahwa Amerika Serikat terlibat dalam “konflik bersenjata” dengan kartel narkoba dan menyatakan organisasi kriminal tersebut sebagai kombatan ilegal, dengan mengandalkan otoritas hukum yang sama yang digunakan oleh pemerintahan Presiden George W. Bush ketika mendeklarasikan perang melawan terorisme.

Dalam sebuah video singkat yang diunggah Hegseth pada hari Rabu, sebuah perahu kecil, yang setengahnya berisi paket-paket cokelat, terlihat bergerak di air. Beberapa detik setelah video dimulai, perahu tersebut meledak dan terlihat mengapung tak bergerak di atas air dalam kobaran api.

Pemerintah telah menghindari penuntutan terhadap penumpang kapal-kapal yang diduga sebagai penyelundup narkoba setelah memulangkan dua penyintas serangan sebelumnya ke negara asal mereka, Ekuador dan Kolombia.

Para pejabat Ekuador kemudian mengatakan mereka telah membebaskan pria yang telah dipulangkan ke negara mereka, dengan alasan bahwa mereka tidak memiliki bukti bahwa ia melakukan kejahatan di negara mereka.

Militer AS telah membangun kekuatan yang luar biasa besar di Laut Karibia dan perairan lepas pantai Venezuela sejak musim panas ini, yang menimbulkan spekulasi bahwa Trump dapat mencoba menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Ia menghadapi tuduhan terorisme narkotika di AS.

Sebagian besar kematian akibat overdosis di Amerika Serikat disebabkan oleh fentanil, yang diangkut melalui darat dari Meksiko. Meskipun Venezuela merupakan zona transit narkoba utama, sekitar 75% kokain yang diproduksi di Kolombia diselundupkan melalui Samudra Pasifik bagian timur, bukan Karibia. (yn)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine