EtIndonesia. Pada 22 Oktober 2025, sumber keamanan Meksiko mengatakan kepada AFP bahwa Kuba telah menangkap Zhang Zhidong, seorang gembong narkoba fentanyl asal Tiongkok. Pria yang dijuluki “Saudara Wang” (Brother Wang) ini sebelumnya melarikan diri dari tahanan rumah di Meksiko pada Juli lalu. Ia kini menjadi buronan Amerika Serikat dan Meksiko. Pemerintah Kuba, yang berideologi komunis, sejauh ini belum memberikan komentar resmi terkait penangkapannya.
Menurut sumber tersebut, Zhang Zhidong (Zhi Dong Zhang) memiliki hubungan dekat dengan dua kartel narkoba besar di Meksiko — Kartel Sinaloa dan Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) — yang oleh pemerintah AS telah diklasifikasikan sebagai “organisasi teroris asing.”
Ia dituduh bertanggung jawab menjalin kerja sama antara jaringan narkoba internasional untuk menyelundupkan fentanyl dari Tiongkok ke Amerika Tengah, Amerika Selatan, Eropa, dan Amerika Serikat.
Pada tahun 2024, Menteri Keamanan Meksiko Omar Garcia Harfuch mengungkapkan bahwa Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS pernah menemukan fentanyl dan metamfetamin dalam sebuah truk yang masuk dari Meksiko ke negara bagian Arizona.
Diperkirakan, Zhang telah menyelundupkan lebih dari 1.000 kilogram kokain dan hampir 2.000 kilogram fentanyl ke AS melalui Meksiko. Ia pertama kali ditangkap di Meksiko pada Oktober 2024 dan ditahan di penjara di Mexico City sambil menunggu sidang ekstradisi ke AS. Saat itu, pengadilan federal AS sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya atas tuduhan pencucian uang.
Zhang kemudian diizinkan menjalani tahanan rumah, namun pada Juli 2025, ia berhasil melarikan diri meskipun dijaga oleh aparat militer dan polisi Meksiko. Ia sempat mencoba masuk ke Rusia menggunakan identitas palsu, tetapi ditolak, lalu melarikan diri ke Kuba dengan paspor palsu.
Menurut sumber resmi Meksiko yang dikutip El País, Zhang kini telah ditahan di Kuba. Pemerintah Meksiko sedang menunggu proses interogasi selesai agar ia dapat diserahkan kembali dan selanjutnya diekstradisi ke Amerika Serikat.
Masih menurut El País, pengadilan federal di negara bagian Georgia (AS) sebelumnya telah mendakwa Zhang atas dugaan mencuci sedikitnya 20 juta dolar AS antara tahun 2020 dan 2021 melalui jaringan kompleks yang melibatkan lebih dari 150 perusahaan cangkang dan 170 rekening bank.
Seorang operator Zhang bernama Li Ruipeng telah ditangkap, dan ratusan dokumen perbankan terkait Zhang telah disita, sehingga mempersempit ruang geraknya. Dalam dakwaan pengadilan Georgia disebutkan, Li menjelaskan kepada otoritas AS cara kerja jaringan mereka:
- Tim Meksiko bertugas mengumpulkan hasil penjualan narkoba dan menyalurkan uang ke pengedar akhir.
- Tim Tiongkok bertugas menerima uang tersebut dan mencucinya melalui jaringan perusahaan dan rekening bank internasional.
Untuk menekan perdagangan narkoba lintas negara, pemerintahan Donald Trump terus memberikan tekanan kepada Meksiko dan Tiongkok, terutama terkait fentanyl, obat penghilang rasa sakit sintetis yang menjadi penyebab utama krisis overdosis di AS.
Fentanyl adalah opioid sintetis dengan kekuatan 50 kali lebih kuat daripada heroin, serta lebih mudah diproduksi dan lebih murah biayanya.
Meksiko selama ini menjadi sumber utama fentanyl yang beredar di AS, namun kini Washington semakin menyoroti pemasok bahan prekursor fentanyl dari Tiongkok sebagai bagian penting dalam rantai pasok narkoba global tersebut.
Sumber : NTDTV.com


