Tarif AS-India Diturunkan dari 50% Menjadi 15%, India Pangkas Impor Minyak Rusia

Etindonesia. Amerika Serikat dan India tengah mengadakan perundingan mengenai sebuah perjanjian dagang besar, di mana tarif impor kedua negara diperkirakan akan turun drastis dari 50% menjadi 15%. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kedua negara sedang mendorong tercapainya sebuah “kesepakatan yang luar biasa,” dan menambahkan bahwa Perdana Menteri India Narendra Modi telah sepakat untuk memangkas secara besar-besaran impor minyak dari Rusia. Perjanjian ini kemungkinan akan diumumkan paling cepat pada KTT ASEAN pekan depan.

“Saya mencintai rakyat India. Kami sedang mencapai beberapa kesepakatan luar biasa antara kedua negara,” ujar Presiden AS Donald Trump. 

India dan AS saat ini sedang melakukan pembicaraan dagang yang luas dan mendalam. 

Surat kabar India Mint mengutip sumber yang mengatakan bahwa perjanjian bilateral ini diharapkan dapat menurunkan tarif barang-barang India yang diekspor ke AS dari 50% menjadi 15%.

Saat ini, India menghadapi tarif tinggi, termasuk tarif balasan 25% yang diumumkan AS pada awal April, serta tarif hukuman 25% yang dikenakan karena India membeli minyak dari Rusia.

Menurut sumber yang mengetahui pembicaraan ini, sektor energi dan pertanian menjadi kartu tawar utama India dalam negosiasi tarif tersebut. 

Pada Selasa (21 Oktober), Presiden Trump menyebut bahwa ia telah berbicara lewat telepon dengan Perdana Menteri Modi, dan Modi telah menyetujui untuk terus mengurangi volume impor minyak dari Rusia.

Trump mengatakan: “Dia (Modi), sama seperti saya, ingin melihat perang berakhir. Ia ingin melihat perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Dan seperti yang Anda tahu, India tidak lagi membeli banyak minyak dari Rusia — mereka sudah memangkas impornya secara besar-besaran dan masih terus memangkasnya.”

Selain itu, India juga sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan lebih banyak impor jagung dan bungkil kedelai (soymeal) dari Amerika Serikat ke pasar domestiknya. Karena pembelian jagung AS oleh Beijing turun drastis dari 5,2 miliar dolar AS pada tahun 2022 menjadi hanya 331 juta dolar AS pada tahun 2024, ekspor jagung AS pun anjlok, dan Washington kini sedang mencari pembeli baru.

Sumber tersebut mengatakan bahwa perjanjian dagang AS–India ini kemungkinan dapat diumumkan pada bulan November, atau bahkan secepatnya pada akhir Oktober, bertepatan dengan KTT ASEAN.

Dalam pidatonya di Gedung Putih, Trump memuji hubungan baik antara Amerika Serikat dan India. Ia juga mengadakan perayaan khusus bertepatan dengan festival Diwali di India. Sementara itu, Modi menulis di media sosial untuk berterima kasih atas panggilan telepon dari Presiden Trump, dan menyatakan harapannya agar dua negara demokrasi besar ini dapat terus menjadi “cahaya harapan bagi dunia.” (Hui/asr)

Laporan oleh Yi Jing, stasiun televisi New Tang Dynasty

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine