Tiga Sikap Mental yang Dapat Menghambat Kinerjamu di Tempat Kerja

EtIndonesia. Sudah berapa lama kamu bekerja? Apakah kamu merasa dirimu semakin berkembang dan bertambah dewasa dalam pekerjaanmu? Jika tidak, pernahkah kamu bertanya — mengapa?

Seseorang yang terus berada di titik yang sama sebenarnya sedang mundur. Karena saat kamu diam di tempat, orang lain terus melangkah maju.

Banyak orang setelah bekerja beberapa waktu tanpa sadar terjebak dalam keadaan stagnan — tidak maju, tidak mundur, tapi juga tidak tahu bagaimana keluar dari kondisi itu. Jika kamu merasa seperti itu, mungkin penyebabnya ada pada cara berpikirmu dalam bekerja. Berikut tiga sikap mental yang paling sering membuat seseorang sulit berkembang di dunia kerja:

1. Sikap Pasif: Hanya Bergerak Jika Disuruh

Beberapa orang terbawa pola kebiasaan masa sekolah — menunggu instruksi sebelum bertindak. Kalau tidak ada perintah baru, maka tidak ada tindakan baru.

Contohnya, seorang atasan memerintahkan karyawan untuk membeli bahan dari pemasok tertentu. Namun ketika pemasok tersebut tidak bisa memenuhi pesanan tepat waktu, si karyawan hanya diam dan tidak mencari solusi lain. Hingga beberapa hari kemudian saat atasan menanyakan, barulah ia menjawab: “Pemasok tidak bisa kirim.” Akibatnya? Masalah membesar, dan atasan pun marah besar.

Jika setelah bekerja kamu masih bermental “disuruh baru jalan”, maka kamu perlu hati-hati. Sebab, dalam pandangan atasan, itu menunjukkan bahwa kamu tidak memiliki kemampuan berpikir kritis atau menyelesaikan masalah. Kamu dianggap hanya menghindar dari tanggung jawab.

2. Sikap Mekanis: Bekerja Seperti Robot

Kecuali bagi pekerja lini produksi yang memang bertugas melakukan pekerjaan berulang dengan sistem target, kebanyakan dari kita tidak seharusnya bekerja secara mekanis.

Banyak orang bertahun-tahun bekerja dengan pola yang sama. Cara kerja yang digunakan dua puluh tahun lalu masih juga digunakan sekarang. Padahal dunia berubah, teknologi berkembang, dan cara kerja pun harus beradaptasi.

Kalau kamu tetap bekerja dengan cara lama tanpa mau belajar hal baru, cepat atau lambat kamu akan tertinggal. Pola pikir “yang penting tidak salah” memang membuatmu aman, tapi juga membuatmu tidak berkembang.

3. Sikap Perhitungan: “Dibayar Segini, Ya Kerjanya Segini”

Ada juga orang yang berpikir: “Gaji saya segini, jadi saya hanya kerja sesuai bayaran.” Mereka takut “rugi” kalau bekerja lebih dari yang diminta.

Memang benar, ada beberapa perusahaan yang mengeksploitasi karyawan dengan beban kerja berlebihan tanpa kompensasi yang sepadan. Tapi jujurlah pada diri sendiri — apakah kamu benar-benar sudah bekerja sekeras itu, atau kamu hanya merasa gajimu terlalu kecil?

Kalau kamu sungguh ingin mendapat kenaikan gaji, jangan hanya menunggu belas kasihan. Tunjukkan hasil kerjamu, buktikan kontribusimu pada perusahaan.  Kenaikan gaji bukan karena lamanya masa kerja, melainkan karena nilaimu semakin besar bagi perusahaan.

Penutup: Jangan Terjebak di Zona Nyaman

Apakah kamu memiliki salah satu dari tiga sikap di atas? Banyak orang setelah bekerja beberapa waktu merasa nyaman dan lupa bahwa dunia terus berubah. Kalau kamu tidak ikut berubah, kamu akan tertinggal.

Teruslah belajar, beradaptasi, dan menantang dirimu sendiri. Hanya dengan begitu kamu bisa bertahan dan berkembang di dunia kerja yang semakin kompetitif. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine