Etindonesia. KTT APEC akan digelar minggu depan di Korea Selatan. Dunia luar menyoroti apakah pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping akan berlangsung atau tidak. Dalam pernyataan terbarunya, Presiden Trump mengungkapkan bahwa pertemuan Trump–Xi mungkin tidak jadi diadakan. Pihak Beijing juga sejauh ini belum memberikan konfirmasi apa pun.
Berikut laporan langsung dari koresponden NTD di Washington, Zhang Liang.
Perjalanan Presiden Trump ke Asia kali ini merupakan kunjungan pertamanya ke kawasan itu dalam masa jabatan keduanya. Negara pertama yang akan dikunjungi adalah Malaysia, di mana Trump akan menghadiri KTT ASEAN yang berlangsung di Kuala Lumpur pada 26–28 Oktober.
Presiden Trump juga berharap dapat menghadiri upacara penandatanganan perjanjian gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja, salah satu dari beberapa kesepakatan damai yang berhasil difasilitasi Gedung Putih tahun ini.
Sebagai latar belakang, konflik antara Thailand dan Kamboja pecah pada Juli tahun ini. Dalam pertempuran yang berlangsung selama lima hari, 43 orang tewas dan 300.000 orang mengungsi.
Setelah KTT ASEAN, tujuan kedua Trump adalah Jepang, di mana ia akan melakukan kunjungan selama tiga hari mulai 27 Oktober.
Selanjutnya, Trump akan menuju Korea Selatan untuk menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang akan diadakan pada 31 Oktober hingga 1 November di kota Gyeongju, Korea Selatan.
Trump diperkirakan akan bertemu Xi Jinping di Korea Selatan, dengan fokus pembahasan pada kedelai, logam tanah jarang, fentanyl, dan isu Taiwan. Ia kembali menegaskan keinginannya untuk mencapai perjanjian dagang yang adil dan saling menguntungkan. Trump menegaskan, bila kesepakatan baru tidak tercapai, maka mulai November ia akan memberlakukan tarif 100% terhadap barang-barang impor dari Tiongkok.
Dalam konferensi pers pada Selasa (21 Oktober), Trump menyebut kemungkinan akan membahas isu Selat Taiwan, dan menuduh PKT telah menggunakan uang yang “ditipu” dari Amerika Serikat untuk memperkuat militernya.
Berikut pernyataan Presiden Trump:
Presiden AS Donald Trump: “Saya berharap bisa mencapai kesepakatan yang baik dengan Tiongkok — itu harus adil. Selama bertahun-tahun, mereka (PKT) meraup 500, 600, bahkan 700 miliar dolar AS setiap tahun dari kami, sementara kami tidak mendapatkan apa pun. Ini adalah hubungan sepihak. Jujur saja, kami yang membantu membangun militer mereka. Kami membangun tentara PKT dengan uang yang mereka tipu dari kami selama bertahun-tahun. Jadi sekarang kami ingin mencapai perjanjian yang adil. Saya pikir kami (Trump dan Xi) akan mengadakan pertemuan yang sangat sukses. Banyak orang menantikannya. Tapi mungkin juga pertemuan itu tidak akan terjadi. Mungkin saja tidak akan terjadi.”
Sementara itu, menjelang kunjungan Trump ke Asia, Korea Utara pada Rabu pagi (22 Oktober) meluncurkan beberapa rudal jarak pendek ke arah Laut Timur. Ini adalah peluncuran rudal pertama setelah jeda lima bulan. Pemerintah Jepang menilai tindakan tersebut sangat provokatif. (Hui/asr)


