Wabah Flu di Tiongkok Meningkat — Strain Baru Lebih Ganas dan Cepat Menular

EtIndonesia. Belakangan ini, wabah flu di wilayah selatan Tiongkok menunjukkan peningkatan tajam, dengan jumlah pasien yang datang ke fasilitas medis meningkat signifikan. Para ahli memperingatkan bahwa strain flu yang dominan tahun ini bermutasi lebih cepat dan memiliki tingkat keganasan lebih tinggi, sehingga masyarakat perlu lebih waspada.

Menurut laporan pemantauan terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CDC), aktivitas flu di banyak provinsi selatan meningkat tajam. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa saat ini terdapat tiga jenis virus flu yang beredar, yaitu:

  • Influenza A (H3N2)
  • Influenza A (H1N1)

Baik di wilayah utara maupun selatan, tingkat deteksi influenza tipe A mencapai lebih dari 90%, 

  • Influenza B (Victoria)
    dan di antaranya, lebih dari 90% merupakan subtipe H3N2.

Seorang pakar dari Departemen Penyakit Infeksi Rumah Sakit You’an Beijing memperingatkan bahwa musim flu tahun ini mungkin datang lebih awal dan lebih kuat dari biasanya. Strain utama, yaitu H3N2, diketahui bermutasi dengan cepat dan memiliki daya serang tinggi, yang berpotensi menyebabkan infeksi dalam skala besar.

Para ahli menjelaskan bahwa virus influenza memang mudah bermutasi, sehingga strain yang beredar setiap tahun bisa berbeda.

“Setelah pandemi COVID-19, pola penyebaran musiman flu tampak berubah. Tahun ini, di beberapa wilayah Asia seperti Hong Kong, Makau, Jepang, dan Indonesia, pada awal Oktober sudah terlihat lonjakan kasus flu yang menunjukkan bahwa musim flu datang lebih cepat dari biasanya,” ujar Dr. Lin Xiaoxu, seorang ahli virologi asal Amerika Serikat. 

Dilaporkan bahwa Hong Kong telah mencatat beberapa kasus flu berat, bahkan ada anak-anak yang meninggal akibat infeksi tersebut.

Profesor Liu, seorang ahli pengobatan Tiongkok di Kanada, menambahkan: “Strain flu kali ini memang relatif lebih ganas. Mutasinya membuat virus ini mampu menghindari sistem kekebalan tubuh, bahkan bisa menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan ensefalitis atau infeksi saraf serius yang bisa mengancam jiwa.”

Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun sekitar 650.000 orang meninggal akibat penyakit pernapasan yang disebabkan oleh flu musiman.

Profesor Liu juga mengingatkan: “Anak-anak di bawah usia 5 tahun harus sangat berhati-hati. Kelompok berisiko tinggi lainnya termasuk lansia di atas 65 tahun, ibu hamil, penderita penyakit kronis jangka panjang, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Semua harus meningkatkan kewaspadaan.” (Hui/asr)

 Sumber: New Tang Dynasty Television (NTD)

INSPIRASI ERABARU

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

Mengapa Introvert dan Ekstrovert Sama-Sama Berperan Penting dengan Kekuatan Mereka yang Unik

Cara sistem saraf kita merespons lingkungan sosial mencerminkan lebih dari sekadar kepribadian. Oleh Sarah Campise Hallier Dua orang teman memasuki sebuah bar karaoke. Yang satu langsung...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine