EtIndonesia. Warga negara Tiongkok, Zhang Zhidong, seorang gembong narkoba besar yang dikenal dengan julukan “Wang Ge (Kakak Wang)”, baru-baru ini ditangkap di Kuba. Ia dituduh sejak tahun 2016 memimpin jaringan perdagangan narkoba lintas negara yang menyalurkan fentanil, kokain, dan metamfetamin dari Tiongkok melalui Meksiko ke Amerika Serikat dan Eropa, dengan nilai transaksi mencapai ratusan juta dolar AS.
Menurut informasi dari Departemen Kehakiman AS, Zhang Zhidong diduga memiliki kerja sama erat dengan dua kartel narkoba besar Meksiko dan beroperasi atas nama Partai Komunis Tiongkok (PKT). Pihak AS menggambarkannya sebagai “bank bayangan PKT”. Kasus ini diyakini akan membuka tabir keterlibatan mendalam PKT dalam jaringan narkoba global.
Jaringan Narkoba Internasional dengan Akar di Tiongkok dan Meksiko
Zhang Zhidong dituduh sejak tahun 2016 memimpin jaringan perdagangan narkoba internasional, menyalurkan fentanil, kokain, dan sabu-sabu (metamfetamin) dari Tiongkok ke Meksiko, kemudian diselundupkan ke AS, Eropa, dan Amerika Latin.
Kasus ini melibatkan lebih dari 150 perusahaan fiktif yang digunakan untuk mencuci uang hasil narkoba, dengan cara menyamarkannya sebagai pendapatan perdagangan sah sebelum akhirnya dikembalikan ke Tiongkok.
Zhang juga menjalin kerja sama erat dengan dua kartel narkoba paling terkenal di Meksiko — Kartel Sinaloa dan Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) — yang keduanya telah dimasukkan ke daftar organisasi teroris asing oleh AS.
Menteri Keamanan Meksiko, Rosa Icela García, sebelumnya menyebut Zhang sebagai otak utama pencucian uang internasional, yang mengkoordinasikan jaringan perdagangan narkoba global dan mengalirkan fentanil dari Tiongkok ke Amerika Tengah, Amerika Selatan, Eropa, dan AS.
Penangkapan di Kuba Setelah Melarikan Diri dari Tahanan Rumah di Meksiko
Zhang awalnya ditangkap di Meksiko pada Oktober 2024, namun pada Juli tahun ini, melarikan diri dari tahanan rumah dan kabur ke Kuba. Setelah beberapa bulan buron, ia akhirnya ditangkap oleh otoritas Kuba baru-baru ini.
Pemerintah Meksiko kini tengah berupaya bernegosiasi dengan Kuba untuk mengekstradisinya kembali ke Meksiko, atau kemungkinan menyerahkannya kepada AS.
Departemen Kehakiman AS sebelumnya mengajukan dakwaan terhadap Zhang pada tahun 2022 di Atlanta, Georgia, menuduhnya mengimpor bahan kimia prekursor dari Tiongkok, memprosesnya di Meksiko, dan kemudian menyelundupkan lebih dari 1.000 kilogram kokain, 1.800 kilogram fentanil, serta 600 kilogram sabu-sabu ke Amerika Serikat.
Fentanil: Senjata Mematikan dari Industri Kimia Tiongkok
Fentanil adalah obat opioid sintetis yang 50 kali lebih kuat dari heroin, dan kini menjadi penyebab kematian puluhan ribu warga AS setiap tahun.
Bahan kimia utamanya berasal dari perusahaan kimia milik negara di Tiongkok.
Di dunia maya, Zhang Zhidong alias “Wang Ge” disebut sebagai “bank bayangan Komunis”, yang menghubungkan pabrik kimia PKT di Tiongkok, laboratorium kartel di Meksiko, dan pasar gelap di Amerika Utara.
AS Tekan Tiongkok dan Meksiko Hentikan Jaringan Fentanil
Sejak Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS, pemerintahannya terus menekan Tiongkok dan Meksiko untuk menindak keras jaringan penyelundupan fentanil.
Namun, PKT secara konsisten menyangkal keterlibatan langsungnya, sehingga isu fentanil sering kali menjadi titik buntu dalam perundingan antara Washington dan Beijing.
Penangkapan Zhang Zhidong dipandang sebagai perkembangan besar yang dapat mengungkap lebih jauh peran jahat PKT dalam jaringan narkoba di Amerika Selatan.
Sumber: New Tang Dynasty Television (NTDTV)


