Salah satu dalang utama di balik kawasan KK di Myanmar, She Zhijiang, yang diduga menjalankan bisnis judol ilegal, telah ditangkap di Thailand dan menghadapi proses ekstradisi ke Tiongkok. Ia sempat mengajukan banding untuk menolak ekstradisi tersebut, namun pada Rabu (22/10/2025), pengadilan menolak bandingnya. Sehari kemudian, sekitar 700 orang melarikan diri dari kawasan KK di Myanmar menuju Thailand, sebagian besar berasal dari Tiongkok dan India.
EtIndonesia. Pada Rabu,22 Oktober 2025 Mahkamah Konstitusi Thailand memutuskan bahwa kasus ekstradisi She Zhijiang tidak melanggar konstitusi, sehingga ekstradisinya ke Tiongkok diizinkan.
She Zhijiang ditangkap di Bangkok pada tahun 2022. Setahun kemudian, pada 2023, pengadilan Thailand memerintahkan agar ia diektradisi ke Tiongkok.
Pada September di tahun yang sama, She Zhijiang merekam video dari penjara Thailand, di mana ia secara terbuka mengaku sebagai agen Dinas Keamanan Negara (Guoanbu) PKT, dan menyatakan bahwa ia dijebak serta dianiaya oleh perintah rezim PKT. Dalam video itu, ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah bunuh diri.
She Zhijiang, salah satu dalang kawasan KK di Myanmar: “Mereka ingin memaksaku dikirim kembali ke Tiongkok untuk dibungkam. Aku bersumpah tidak akan bunuh diri. Jika terjadi sesuatu padaku, pasti itu dilakukan oleh Komisi Keamanan Nasional PKT, Kementerian Keamanan Negara, dan dinas intelijen Thailand. Aku ditangkap dan diculik secara ilegal di penjara Thailand.”

Pada Agustus tahun lalu, She Zhijiang menggunakan sistem kunjungan video penjara Thailand untuk melakukan wawancara eksklusif dengan Al Jazeera — wawancara pertamanya sejak ia ditahan.
She Zhijiang: “Saya mengetahui banyak rahasia dari Kementerian Keamanan Negara PKT dan proyek Belt and Road Initiative (BRI). Beberapa hal bahkan terkait dengan ‘pemimpin tertinggi’. Jika Saya dikirim kembali ke Tiongkok, Saya pasti akan dibungkam.”
Ia mengaku menyesal telah bergabung dengan aparat keamanan PKT, karena ia menyadari bahwa tujuan utama PKT adalah menjajah negara lain, sementara ia sendiri hanya ingin berbisnis.
Sementara itu, pemerintah Thailand pada Kamis (23 Oktober) mengkonfirmasi bahwa setelah militer Myanmar menyerbu kawasan KK untuk memberantas jaringan kejahatan siber, lebih dari 600 warga asing melarikan diri ke Thailand.
Militer Thailand melaporkan bahwa mereka telah menahan 677 orang yang menyeberang secara ilegal ke Provinsi Tak, terdiri dari 618 pria dan 59 wanita. Mereka kebanyakan berasal dari India dan Tiongkok, dengan sebagian kecil dari Vietnam, Pakistan, Indonesia, dan negara lain. Saat ini, militer Myanmar telah menguasai kembali kawasan KK.
Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa kawasan penipuan di Myanmar sedang berkembang pesat, dan kini bahkan telah memasang banyak penerima sinyal Starlink. Pihak Amerika Serikat dilaporkan sedang menyelidiki hal ini. (Hui/asr)
Laporan oleh: Li Mei dan Jiang Diya
Sumber: New Tang Dynasty Television (NTD)


