Prancis Siap Mengerahkan Pasukan ke Ukraina Sebagai Bagian dari Jaminan Keamanan

EtIndonesia. Prancis telah menyatakan kesiapannya untuk mengirim kontingen militer ke Ukraina sebagai bagian dari jaminan keamanan di masa mendatang jika diperlukan, kata Kepala Staf Angkatan Darat Prancis, Jenderal Pierre Schill, menurut BFMTV.

Menurut Schill, unit-unitnya siap untuk kemungkinan pengerahan pasukan untuk mendukung Ukraina pada tahun 2026 di bawah kerangka jaminan keamanan yang akan datang.

“Kami akan siap mengerahkan pasukan sebagai bagian dari jaminan keamanan, jika diperlukan, untuk mendukung Ukraina,” kata sang jenderal.

Dia juga menekankan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun koalisi dan menambahkan bahwa Prancis secara aktif mempersiapkan latihan militer multinasional Orion 26.

Latihan militer Orion 26 diharapkan dapat menguji koordinasi antara berbagai cabang angkatan bersenjata dan mitra sekutu.

Schill menyatakan bahwa Angkatan Darat Prancis siap untuk merespons secara bersamaan tiga potensi ancaman, termasuk kesiapan untuk kemungkinan pengerahan pasukan ke Ukraina dan memenuhi komitmen dalam NATO.

Dalam beberapa bulan terakhir, Paris semakin menyuarakan kekhawatirannya tentang ancaman yang ditimbulkan oleh Rusia. Sebelumnya, mantan Kepala Staf Angkatan Darat Prancis, Thierry Bukhard, memperingatkan bahwa Kremlin memandang Prancis sebagai salah satu target utamanya, sementara Kepala Staf yang baru, Fabien Mandon, telah menyerukan penguatan persenjataan negara tersebut.

Pasukan Asing di Ukraina

Seperti diketahui, salah satu poin dalam jaminan keamanan yang akan datang — yang akan berlaku setelah gencatan senjata — mencakup kemungkinan pengerahan pasukan asing ke Ukraina.

Topik ini mulai dibahas secara aktif awal tahun ini, dan selama pertemuan Coalition of the Willing (Koalisi Sukarela) pada 4 September di Paris, beberapa detail spesifik telah diklarifikasi.

Sejumlah negara telah menyatakan kesiapannya untuk menempatkan pasukan mereka di Ukraina. Di antara negara-negara yang mendukung gagasan tersebut adalah Inggris, Prancis, Swedia, Denmark, Norwegia, negara-negara Baltik, Belanda, dan Australia.

Beberapa negara masih ragu untuk mengirimkan pasukan mereka ke Ukraina, sementara yang lain telah menegaskan bahwa mereka tidak berencana untuk melakukannya.

Setelah pertemuan Coalition of the Willing pada 4 September, Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa jumlah pasukan pasti akan mencapai ribuan, merujuk pada potensi jumlah pasukan asing.

Pertemuan terakhir Coalition of the Willing berlangsung pada 24 Oktober di London, di mana rencana lima poin baru untuk Ukraina diuraikan. (yn)

INSPIRASI ERABARU

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

Mengapa Introvert dan Ekstrovert Sama-Sama Berperan Penting dengan Kekuatan Mereka yang Unik

Cara sistem saraf kita merespons lingkungan sosial mencerminkan lebih dari sekadar kepribadian. Oleh Sarah Campise Hallier Dua orang teman memasuki sebuah bar karaoke. Yang satu langsung...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine