Trump Akui Operasi Rahasia Israel : Satu Tombol Meledakkan 2000 Anggota Hizbullah 

EtIndonesia. Dalam wawancara eksklusif yang dirilis 23 Oktober 2025 oleh TIME Magazine, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk pertama kalinya mengakui secara terbuka keterlibatannya langsung dalam operasi rahasia Mossad yang dikenal sebagai “Operasi Pager Eksplosif”, yang menghancurkan sistem komunikasi Hizbullah tanpa satu pun pasukan darat AS atau Israel dikirim ke medan perang.

Operasi Dimulai September 2024 — Dilakukan Sepenuhnya di Balik Bayangan

Menurut arsip intelijen Israel, operasi dimulai pada pertengahan September 2024, ketika agen-agen Mossad secara rahasia menyusup sistem distribusi perangkat pager yang digunakan oleh struktur komunikasi internal Hizbullah. Perangkat itu dimodifikasi menjadi bom mikro berbasis tekanan frekuensi, hanya akan aktif saat menerima sinyal tertentu.

Pada pukul 02 : 11 dini hari, 19 September 2024, ribuan perangkat itu meledak secara simultan di seluruh Lebanon selatan, Suriah, dan perbatasan Israel.

Akibatnya:

  • lebih dari 2.000 anggota Hizbullah tewas atau kritis dalam 48 jam pertama
  • puluhan komandan garis depan langsung hilang kontak
  • struktur komando Hassan Nasrallah terputus total
  • Iran disebut tidak menyadari adanya kebocoran sistem digital besar-besaran di mitra utamanya tersebut

 Trump Ternyata Sudah Menyetujui Operasi Itu Sejak Awal

Trump mengonfirmasi kepada TIME bahwa operasi itu dijalankan dengan restu langsung dari Gedung Putih, namun dengan syarat mutlak tanpa penggunaan pasukan darat AS.

“Kami mengizinkan Israel mengeksekusinya sepenuhnya tanpa keterlibatan militer langsung AS. Tidak ada pasukan darat. Tidak ada drone AS. Tidak ada militer kami di sana. Tapi kami membuka satu pintu yang membuat semua ini mungkin berjalan,” ujar Trump.

Kalimat “satu pintu” itu diduga mengacu pada backdoor eksklusif sistem telekomunikasi lahir dari kerja sama intelijen AS–Israel sejak perang Suriah 2015–2017.

 Hadiah Pager Emas dari Netanyahu

Pada pertemuan tertutup 17 Februari 2025 di Oval Office, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menghadiahkan sebuah “pager emas” yang dipasang dalam bingkai marmer kepada Trump — lengkap dengan simbol dua tangan menekan tombol pemicu detonasi.

Netanyahu menyebut: “Itu adalah momen ketika arah perang Timur Tengah berubah total.”

Trump langsung menjawab: “Itu adalah salah satu operasi terbaik yang pernah dijalankan dalam sejarah modern.”

 Dampak Strategis Langsung

Operasi ini dinilai lebih masif dampaknya dibanding serangan drone ke Qassem Soleimani (2020), karena:

DampakEfek Lanjutan

Hizbullah kehilangan >60% infrastruktur komando
 Iran kehilangan tangan operasional di Suriah–Lebanon

Jalur suplai Bashar al-Assad terputus
 Rezim Damaskus masuk fase isolasi finansial

Tidak ada intervensi militer langsung
 Washington tak bisa dituduh menyerang langsung negara berdaulat

Teknologi “invisible warfare”
 Konsep peperangan pasif berbasis information kill resmi dimulai

Analisis : Ini Pertanda Era Perang Tanpa Senjata Telah Dimulai

Para analis di Washington menyimpulkan bahwa Operasi Pager menandai lahirnya doktrin perang baru: musuh bisa dihancurkan tanpa tank, jet tempur, atau pasukan infiltrasi — tapi hanya dengan memutus nadi komunikasi dan mengaktifkan bom digital yang tak terlihat. 

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine