Benda Langit Misterius Mendekat Minggu Depan, Astronom Harvard Peringatkan Bisa Jadi Teknologi Alien

EtIndonesia. Sebuah benda langit misterius yang datang dari ruang antarbintang kini sedang mendekati Matahari. Objek ini merupakan komet antarbintang ketiga yang pernah ditemukan dalam sejarah pengamatan manusia.

Meskipun NASA menegaskan bahwa benda ini tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi, beberapa ilmuwan menunjukkan sejumlah keanehan pada karakteristiknya, yang mungkin menandakan keberadaan teknologi luar angkasa (alien) — hal ini pun memicu perdebatan luas.

Ditemukan oleh Teleskop di Chili

Menurut data terbaru dari NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA), benda tersebut dinamai 3I/ATLAS (Komet ATLAS Antarbintang Ketiga).

Objek ini pertama kali ditemukan pada 1 Juli 2025 oleh sistem teleskop ATLAS yang berlokasi di Río Hurtado, Chili.

Data dari pengamatan pengorbit Mars menunjukkan bahwa massa dan volumenya jauh lebih besar dibandingkan kebanyakan komet yang pernah dikenal, bahkan setara dengan ukuran Pulau Manhattan di New York.

Komet antarbintang ini melaju dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per detik, datang dari arah pusat galaksi Bima Sakti menuju ke tata surya kita.

Diperkirakan, komet ini akan melewati titik terdekatnya dengan Matahari (perihelion) pada 29–30 Oktober 2025, dengan jarak sekitar 210 juta kilometer dari Matahari.

Komposisi Kimia yang Tidak Biasa

Yang membuat para ilmuwan terkejut adalah komposisi kimia aneh dari komet ini, yang tidak sesuai dengan teori umum tentang pembentukan komet.

“Gas di sekitar 3I/ATLAS sebagian besar terdiri dari karbon dioksida (CO₂) — sekitar 87% dari total massanya. Sementara karbon monoksida (CO) hanya sekitar 9%, dan air hanya 4%. Selain itu, observasi teleskop di Bumi menemukan adanya kandungan nikel dalam gas yang dikeluarkannya, tetapi hampir tidak ada unsur besi,” ujar Avi Loeb, astrofisikawan dari Universitas Harvard. 

Loeb menambahkan bahwa biasanya kandungan nikel dan besi pada komet seimbang, sedangkan nisbah nikel jauh lebih tinggi dari besi hanya ditemukan dalam produksi industri logam paduan nikel buatan manusia.

Keanehan ini membuat sebagian ilmuwan menduga bahwa objek ini mungkin bukan benda alami, melainkan buatan — mungkin hasil teknologi dari peradaban luar angkasa.

Tidak Berbahaya bagi Bumi

NASA menjelaskan bahwa lintasan 3I/ATLAS berbentuk hiperbola, artinya komet ini tidak akan mengorbit Matahari, melainkan melintas dan keluar menuju sistem bintang lain.

Pengamatan menunjukkan jarak terdekat antara benda ini dan Bumi sekitar 270 juta kilometer, sehingga tidak akan menimbulkan dampak apa pun bagi manusia.

Laporan gabungan oleh reporter magang NTD, Tian Xin.

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine