EtIndonesia. Mobil listrik buatan Tiongkok Xiaomi kembali menjadi sorotan setelah serangkaian kecelakaan. Pada 9 Oktober 2025 sekitar pukul 04.00 pagi, sebuah mobil Xiaomi SU7 secara misterius terjun ke laut di Kabupaten Pingtan, Provinsi Fujian, dan pengemudinya tewas di tempat, menimbulkan perhatian luas di media sosial.
Dalam video yang beredar di internet, terlihat sebuah mobil sedan melaju perlahan, melewati tepi jalan, lalu langsung jatuh ke laut. Dalam rekaman lain, mobil tersebut diangkat dari laut dengan derek, sementara di tepi pantai tampak kerumunan warga dan polisi, serta keluarga korban menangis di lokasi kejadian.
Menurut laporan media Tiongkok, kecelakaan terjadi di Dermaga Nelayan Dong’ao, Kota Ao Qian, Kabupaten Pingtan, Kota Fuzhou.
Seorang saksi mata bermarga Nian mengatakan: “Dia (pengemudi) sudah tewas, jasadnya dibawa ke rumah duka.”
Seorang staf dari Biro Maritim Pingtan menuturkan bahwa pada pukul 8 pagi mobil telah berhasil diangkat ke permukaan. Pengemudi ditemukan sudah tidak bernyawa, dan operasi pencarian serta penyelamatan telah selesai. Pihak berwenang saat ini masih menyelidiki penyebab kecelakaan.
Beberapa pengguna internet mengungkap bahwa pengemudi adalah pria kelahiran tahun 1994. Ia diduga mengemudi dalam keadaan mabuk atau melakukan kesalahan pengoperasian, meskipun informasi ini belum dikonfirmasi oleh polisi.

Video menunjukkan lampu rem sempat menyala sebelum mobil jatuh, yang mengindikasikan pengemudi mungkin berusaha mengerem.
Komentar warganet pun bermunculan: “Bukankah katanya bisa rem mendadak dari kecepatan 100 km/jam? Kok lampu rem nyala tapi tetap jatuh?”
“Mungkin dia mabuk, atau mobil dalam mode autopilot.”
Sebelumnya, CEO Xiaomi, Lei Jun, pernah mempromosikan kemampuan mobilnya yang bisa berhenti seketika pada kecepatan 200 km/jam, namun banyak warganet kini mempertanyakan klaim tersebut:
“Katanya bisa berhenti mendadak dari 200 km/jam, mana buktinya?”
Mobil listrik Xiaomi kerap dipromosikan sebagai “mobil tercepat dan paling cerdas”, tetapi justru sering terlibat kecelakaan fatal.
Pada 13 September, sebuah Xiaomi SU7 Ultra di salah satu kota menabrak sepeda listrik di persimpangan lampu merah karena berusaha menyalip kendaraan lain dengan kecepatan 150 km/jam dalam mode “racing”, menyebabkan pengendara sepeda listrik mengalami mati otak.
Selain itu, seorang warganet di Xi’an mengungkap bahwa beberapa hari lalu, di Distrik Beilin, Jalan Wenyi, terjadi kecelakaan maut lain:
“Mobil Xiaomi baru saja menewaskan seseorang pada jam sibuk malam 9 September 2025. Tidak banyak media resmi yang memberitakan. Mobil Xiaomi ini jelas bermasalah.”Komentar warganet lainnya menyebut: “Mobil lokal ini terlalu banyak omong kosong soal promosi — katanya generasi pertama, bisa rem mendadak, padahal membahayakan orang.”
“Lei Jun tampaknya tidak sadar kalau slogan seperti ‘berhenti seketika’ justru berisiko besar. Promosi memang ramai, tapi nyawa yang hilang juga nyata.” (Hui/asr)


