EtIndonesia. Banyak orang bertanya-tanya: apakah piring kertas sekali pakai aman digunakan untuk memanaskan makanan di microwave?
Dalam kehidupan yang serba cepat, banyak orang memilih cara praktis dengan memanaskan makanan menggunakan piring kertas sekali pakai. Namun, hati-hati — dalam beberapa kasus, kenyamanan ini bisa mengorbankan keamanan makanan Anda.
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah orang tidak memeriksa apakah piring kertas memiliki lapisan pelindung (coating) sebelum digunakan di microwave. Bahan piring kertas bukan hanya dari pulp kayu; biasanya ada lapisan tambahan untuk membuatnya tahan air, tahan minyak, dan tahan panas.
Lapisan ini bisa berupa PFAS (senyawa perfluoroalkil dan polifluoroalkil), polietilena (PE), atau lilin. Saat dipanaskan dalam microwave, bahan-bahan ini dapat melepaskan zat berbahaya yang kemudian bisa masuk ke tubuh bersama makanan.
Paparan PFAS dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan gangguan endokrin, penurunan imunitas, dan peningkatan kadar kolesterol.
Sementara itu, lapisan berbahan dasar minyak bumi atau plastik dapat melepaskan plastisizer (seperti phthalate), yang dikaitkan dengan gangguan fungsi ginjal dan meningkatnya risiko proteinuria (protein dalam urine).
Dalam penggunaan normal (tanpa pemanasan atau penyimpanan lama), risikonya tergolong sangat rendah. Namun, jika digunakan untuk makanan berminyak atau asam dalam waktu lama — misalnya salad atau ayam goreng — masih ada kemungkinan kecil zat kimia seperti plastisizer atau aditif bocor ke makanan.
Demi keamanan, lebih baik gunakan peralatan makan dari keramik atau kaca saat memanaskan makanan di microwave.
Jika harus memakai piring kertas sekali pakai, pastikan ada label “aman untuk microwave” di bagian bawahnya, dan jangan memanaskan terlalu lama atau pada suhu terlalu tinggi. Saat membeli piring kertas, sebaiknya pilih produk yang bertuliskan “bebas PFAS,” “tanpa lapisan plastik,” atau “dapat terurai (kompos)”.
Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup Taiwan juga mengingatkan masyarakat, terutama mereka yang sering membeli makanan siap saji, bahwa kotak dan gelas kertas untuk makanan bisa mengandung dua jenis racun berbahaya.
Piring kertas berlapis lilin aman digunakan untuk minuman dingin, tetapi tidak boleh digunakan untuk minuman atau makanan dengan suhu di atas 40°C. Sedangkan piring kertas berlapis plastik bisa digunakan untuk makanan panas, dengan daya tahan suhu 90–110°C. Untuk kotak kertas khusus microwave, daya tahan panasnya bisa mencapai 140°C.
Namun, seorang ahli teknologi pangan dari Taiwan, Zhang Bangni mengingatkan bahwa meskipun menggunakan wadah kertas bisa mengurangi paparan racun plastik, wadah kertas tetap bisa mengandung zat berbahaya lain seperti tinta atau pemutih optik (fluorescent brightener).
Ia menambahkan, suhu makanan yang tinggi juga dapat mempercepat pelepasan zat beracun tersebut. Karena itu, ia menyarankan agar masyarakat membawa peralatan makan sendiri saat membeli makanan luar, agar benar-benar aman. (Hui/asr)
Laporan oleh Song Qiyun & Jin Jing / Lin Qing


