Hidup Ini — Takdir Dibentuk oleh Diri, Wajah Ditentukan oleh Hati 

EtIndonesia. Dalam hidup manusia, segala sesuatu memiliki sebab dan akibat. Takdir seseorang — baik atau buruk — bukan ditentukan orang lain, melainkan dibentuk oleh pilihan dan perilakunya sendiri.

Seperti pepatah lama: “Segala hukum di dunia bisa diperdebatkan, tetapi hukum karma tidak pernah salah.”

Hidup manusia adalah perjalanan sebab-akibat yang panjang. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. 

Baca ini sampai akhir — engkau akan benar-benar mengerti.

1. Tanpa usaha, tidak akan ada hasil

Orang tua dulu berkata: “Yang menanam di bulan dua dan tiga — akan menuai di bulan delapan dan sembilan.”

Artinya, hasil hidupmu ditentukan oleh apa yang kau kerjakan dengan serius hari ini.

Sebagian besar dari kita lahir bukan dari keluarga kaya. Karena itu, jika ingin hidup yang lebih baik — kita harus menciptakannya sendiri.

Aku pernah berbincang dengan sepupu-sepupuku tentang perbedaan generasi kami dengan anak-anak zaman sekarang. 

Kami — generasi yang dibesarkan dalam kesulitan. Sejak kecil sudah ikut bekerja demi membantu keluarga. Kini setelah menikah dan punya anak, kami justru semakin semangat — agar anak-anak tidak tumbuh dalam rasa minder karena kemiskinan, seperti yang pernah kami alami.

Sementara anak-anak masa kini bisa bangun tanpa alarm, bisa punya apa pun yang mereka inginkan — tanpa perlu bekerja keras.

 Mereka memang lebih “beruntung.”

Karena itu, generasi kami tidak punya pilihan selain berjuang. Jika tidak berani maju — hidup akan tetap biasa-biasa saja.

Kami percaya: “Semakin keras kamu berusaha, semakin besar keberuntunganmu.” Karena kerja keras adalah doa yang paling lantang.

2. Apa yang kamu berikan kepada orang lain — akan kembali padamu

Yang Jiang pernah berkata: “Bagaimana kamu memperlakukan aku, demikian pula aku akan memperlakukanmu. Jika kebaikan tak dihargai, jangan salahkan bila ia menumbuhkan duri.”

Hubungan manusia selalu bersifat timbal balik.

  • Kamu baik kepada orang lain — orang pun akan menyayangimu.
  • Kamu suka menghitung dan memanfaatkan — suatu hari orang justru akan meninggalkanmu.
  • Kamu meremehkan, menyakiti — jangan heran jika suatu hari kamu dilukai dengan cara yang sama.

Langit mungkin diam — tetapi dia selalu melihat. Segala perbuatan, pada akhirnya akan kembali kepada pelakunya.

→ Tabur kebaikan, panenlah kebaikan.
→ Tabur keserakahan, panen kehancuran.

Bersikaplah tulus — barulah engkau akan diterima. Sekali kamu mengkhianati kepercayaan, kamu akan kehilangan segalanya.

Jangan pelit berbuat baik. Sebab saat kamu menolong orang lain — sesungguhnya kamu sedang menolong dirimu sendiri di masa depan.

Sastrawan Su Xin pernah berkata: “Siapa pun bisa mengalami hari hujan tanpa payung. Ketika kamu memayungi orang lain, kelak ketika hujan turun padamu — akan ada seseorang yang memayungimu pula.”

Karena itu…

Jangan takut berbuat baik. Jangan menyesal bersikap tulus. Hidup ini penuh sebab-akibat — cepat atau lambat, semuanya akan kembali.

Yang penting — berjalanlah dengan hati yang bersih dan sadar.  Karena ketika satu pintu tertutup, Tuhan diam-diam telah membuka jendela yang lain.

Bagaimana engkau memperlakukan hidup — begitulah hidup akan memperlakukanmu. Itulah hukum karma yang sesungguhnya. (jhny/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine