Pada Jumat (24 Oktober) malam hingga Sabtu (25 Oktober), Rusia kembali melancarkan serangan rudal dan drone terhadap ibu kota Ukraina, Kyiv, serta beberapa wilayah lainnya, menyebabkan banyak korban luka dan tewas. Sementara itu, Ukraina melancarkan serangan balasan terhadap bendungan di wilayah perbatasan Rusia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan kepada negara-negara sekutu untuk membantu melindungi ruang udara Ukraina.
EtIndonesia. Ukraina kembali diserang Rusia. Seorang pejabat militer di Kyiv pada Sabtu (25/10) menyampaikan bahwa dalam serangan malam itu, beberapa lokasi di Ukraina diserang rudal dan drone Rusia. Di Kyiv, dua orang tewas dan sekitar dua puluh orang terluka.
Serangan tersebut memicu kebakaran besar di berbagai lokasi, merusak sebuah taman kanak-kanak, menghancurkan jendela, rumah, dan kendaraan. Asap tebal membumbung tinggi di langit Kyiv. Pemerintah setempat mengerahkan helikopter dan tim penyelamat untuk memadamkan api dan mengevakuasi korban.
Menurut pihak Ukraina, Rusia menembakkan 9 rudal dan 62 drone, namun 4 rudal dan 50 drone berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Ukraina.
Setelah serangan itu, Presiden Ukraina Zelensky menulis di platform X bahwa Ukraina akan bekerja sama dengan Swedia untuk memperkuat kemampuan serangan udara.
“Kami telah mengambil langkah bersejarah dengan menandatangani perjanjian dengan Swedia untuk memperoleh jet tempur Gripen. Ini adalah pilihan yang sangat tepat. Ukraina berharap menerima 150 unit jet tempur Gripen, dan pengiriman tahap pertama akan dimulai tahun depan. Ukraina belum pernah menandatangani kesepakatan pesawat tempur sebesar ini sebelumnya,” katanya.
Pada hari yang sama, Ukraina melakukan serangan balasan terhadap bendungan di wilayah Belgorod, Rusia.
Dalam beberapa minggu terakhir, Ukraina terus melancarkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi Rusia, yang telah menghancurkan sekitar seperlima kapasitas penyulingan minyak Rusia. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


