Di Paruh Kedua Hidup — Belajarlah Menjaga Payungmu Sendiri

EtIndonesia. Dalam dunia orang dewasa, hidup jauh tidak semudah yang kita bayangkan. Saat kita melihat dunia tampak tenang dan damai, itu hanya karena ada orang lain yang diam-diam sedang memikul beban berat. Saat kita melihat orang tampak hidup nyaman, itu mungkin karena mereka sedang bekerja keras tanpa henti di balik layar.

Saat kecil — orangtua menjadi atap perlindungan untuk kita. Saat sekolah — guru yang mengurus segalanya untuk kita. Namun begitu memasuki dunia nyata — tak ada lagi yang akan menanggung kesalahan kita. Masalahmu, tanggung jawabmu. Kesulitanmu, hadapi sendiri.

Ketika kamu jatuh — mungkin tak ada seorang pun yang datang menolong. Kamu tetap harus bangkit berdiri sendiri.

Ketika kamu menghadapi masalah besar — tidak selalu ada orang yang akan menolongmu. Jangan berpikir bahwa jika kamu menangis — akan ada orang yang menenangkanmu. Jangan yakin bahwa jika kamu meminta — pasti ada yang membantu.  Dalam dunia orang dewasa — dingin dan tidak peduli adalah hal yang biasa.

Seberat apa perjalanan hidupmu, hanya kamu yang benar-benar tahu. Sesulit apa kamu bertahan, hanya hatimu yang mengerti.

Bersyukurlah pada semua luka, rintangan, dan kesulitan — karena justru itulah yang mengubahmu, menguatkanmu, dan melahirkan dirimu yang baru.

Kita semua adalah tokoh utama dalam hidup kita sendiri. Hidupmu — kamu yang menulis. Masa depanmu — kamu yang perjuangkan.

Akan ada orang yang pada hari cerah bersedia memayungimu dari panas.  Tapi saat hujan tiba — mungkin payung itu akan ditarik pergi.

Maka ingatlah:

Tak ada yang menjadi “selamanya” — dan tak ada siapa pun yang bisa menjadi sandaranmu sepanjang umur.  Orang yang bisa melindungimu dari badai — juga bisa menutup cahaya matahari darimu. Saat hujan turun — entah engkau belajar memegang payung sendiri… atau engkau sendiri yang menjadi atap bagi dirimu. Mengandalkan orang lain itu rapuh. Memohon pada orang lain — terkadang menyedihkan.

Hidup ini pahit. Jalan keselamatan hanya bisa kamu tempuh sendiri. Dalam kerasnya hidup, belajarlah memayungi dirimu sendiri.

Bersembunyi di bawah payung orang lain — tidak pernah menjadi rencana jangka panjang. Payung orang lain sebesar apa pun — tidak akan pernah seaman memiliki payungmu sendiri. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine