Selama KTT ASEAN di Kuala Lumpur, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer serta Wakil Perdana Menteri Partai Komunis Tiongkok He Lifeng dan Negosiator Perdagangan Kementerian Perdagangan Li Chenggang mengadakan putaran kelima perundingan perdagangan.
EtIndonesia. Pada Minggu (26 Oktober), Menkeu AS Bessent menyatakan bahwa AS dan Tiongkok telah mencapai sebuah kerangka kesepakatan, yang akan menghindarkan Amerika Serikat dari pengenaan tarif 100% atas barang-barang asal Tiongkok, serta membuat Beijing menunda penerapan kontrol ekspor terhadap logam tanah jarang.
Pada hari yang sama, pejabat tinggi kedua negara menutup perundingan perdagangan dua hari dan meninggalkan lokasi pertemuan.
Negosiator perdagangan Tiongkok, Li Chenggang, mengatakan kepada wartawan bahwa kedua pihak telah mencapai konsensus awal dalam sejumlah isu, termasuk perpanjangan gencatan dagang, masalah fentanyl, serta kebijakan kontrol ekspor, namun ia tidak mengungkapkan rincian kesepakatan tersebut.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Bessent menyampaikan kepada media bahwa kedua negara telah mencapai “kerangka kesepakatan yang sangat substansial”, yang mencakup pembelian produk pertanian, isu TikTok, fentanyl, pengaturan ekspor logam tanah jarang, serta hubungan bilateral secara keseluruhan. Ia menegaskan bahwa kerangka tersebut akan mencegah kenaikan tarif hingga 100% terhadap barang-barang asal Tiongkok, dan menunda kebijakan kontrol ekspor logam tanah jarang oleh Beijing.
Putaran terbaru dari perundingan perdagangan AS–Tiongkok ini juga dimaksudkan untuk mempersiapkan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober di Korea Selatan, di mana kesepakatan akhir diharapkan akan ditandatangani oleh kedua pemimpin. (Hui/asr)
Laporan gabungan oleh Yan Feng dan Zhang Ruici, NTD


