Presiden AS mengunjungi Tokyo dalam rangkaian tur tiga negara di Asia.
EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Istana Kenegaraan pada 27 Oktober untuk membahas kerja sama keamanan, perdagangan, dan isu-isu bilateral lainnya sebelum menandatangani serangkaian kesepakatan yang memperluas kemitraan kedua negara.
“Saya ingin mewujudkan era keemasan baru dalam aliansi Jepang–AS, di mana kedua negara menjadi lebih kuat dan lebih makmur,” ujar Takaichi.
“Saya siap untuk memperkuat kerja sama dengan Anda dan Amerika Serikat,” tambahnya.
Kedua pemimpin pertama-tama menandatangani kesepakatan bertajuk ‘Menuju Era Keemasan Baru untuk Aliansi AS–Jepang’.
“Kesepakatan ini akan membantu kedua negara memperkuat keamanan ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan terus berkontribusi bagi kemakmuran global,” demikian bunyi dokumen tersebut.
Langkah ini melanjutkan kerja sama serupa yang ditandatangani kedua negara pada Juli lalu, serta tindak lanjut dari keputusan eksekutif yang dikeluarkan Trump pada September.
Topik utama dalam kesepakatan kedua yang ditandatangani Senin itu adalah memastikan pasokan berkelanjutan mineral penting dan logam tanah jarang.
Jepang dan Amerika Serikat sepakat untuk bekerja sama dalam efisiensi penambangan, pengolahan, investasi, dan pengelolaan proyek, menurut kerangka perjanjian tersebut.
Penghapusan praktik perdagangan tidak adil dan manipulasi pasar menjadi salah satu poin penting dalam perjanjian itu.
Dalam dokumen disebutkan, “Kedua pihak berencana mencapainya melalui penggunaan instrumen kebijakan ekonomi dan investasi terkoordinasi untuk mempercepat pengembangan pasar mineral penting dan tanah jarang yang beragam, transparan, dan adil.”
Sekutu yang Kuat
Sebelum penandatanganan, kedua pemimpin berbicara sekitar sepuluh menit di hadapan media bersama delegasi masing-masing.
Takaichi menyampaikan bahwa Jepang akan menghadiahkan 250 pohon sakura kepada Washington D.C. sebagai simbol persahabatan, menambah ribuan pohon yang telah disumbangkan Tokyo sejak 1912. Jepang juga akan menyiapkan pesta kembang api buatan dalam negeri di sekitar Capitol Hill untuk memperingati 250 tahun berdirinya Amerika Serikat pada 2026.
Takaichi terpilih menjadi perdana menteri dalam pemilihan bersejarah di parlemen Jepang pada 21 Oktober lalu.
“Saya ingin mengucapkan selamat karena Anda menjadi perdana menteri perempuan pertama. Itu pencapaian besar,” kata Trump.
Presiden AS itu juga berterima kasih atas pembelian peralatan militer buatan Amerika oleh Jepang.
“Kami memproduksi peralatan militer terbaik di dunia—jet tempur, rudal, dan lainnya,” ujarnya. “Kami berharap tidak perlu menggunakannya, tapi kami menghargai kerja sama dan perdagangan ini.”
Trump menegaskan kedua negara akan terus menjalin “perdagangan yang luar biasa.”
Ia juga memuji gaya kepemimpinan Takaichi serta hubungan dekatnya dengan mendiang mantan Perdana Menteri Shinzo Abe, yang tewas dalam insiden penembakan pada 2022.
Takaichi menyampaikan terima kasih atas dukungan panjang Trump terhadap pendahulunya tersebut.
Setelah upacara penandatanganan, Trump berkata kepada Takaichi, “Saya ingin Anda tahu, kapan pun Anda memiliki pertanyaan, keraguan, atau membutuhkan bantuan apa pun, kami akan selalu siap membantu Jepang. Kami sekutu pada tingkat yang paling kuat.”
Turut hadir mewakili Jepang antara lain Wakil Sekretaris Kabinet Masanao Ozaki dan Kei Sato, serta Penasihat Keamanan Nasional Keiichi Ichikawa.
Sementara dari pihak Amerika Serikat hadir Duta Besar AS untuk Jepang George Glass, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick.
Trump dijadwalkan melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi kapal induk USS George Washington untuk menyapa pasukan AS, sebelum menghadiri jamuan makan malam dengan para pengusaha Jepang.
Perjalanan Trump kemudian berlanjut ke Korea Selatan, destinasi terakhir dalam tur Asia-nya, yang akan diakhiri dengan pertemuan bersama pemimpin Partai Komunis Tiongkok, Xi Jinping, di sela-sela konferensi APEC.
Sumber : Theepochtimes.com


