Aktivis HAM Desak Trump Tekan Xi Jinping Agar Membebaskan Tahanan Nurani 

Falun Dafa Information Center juga meminta Presiden AS mendesak Beijing menghentikan penindasan terhadap pengikut Falun Dafa di wilayah Amerika.

Catherine Yang

Falun Dafa Information Center menjadi organisasi HAM terbaru yang mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar menyoroti isu hak asasi manusia di Tiongkok. Hal demikian disampaikan menjelang pertemuannya dengan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping di Korea Selatan pada 30 Oktober 2025.

Dalam pernyataannya, lembaga itu meminta Trump untuk menyinggung soal para praktisi Falun Gong yang ditahan di Tiongkok dan memiliki keluarga di Amerika Serikat, serta mendesak agar PKT menghentikan kampanye penindasan lintas negara terhadap para penganut keyakinan ini di tanah Amerika.

Di antara banyak tahanan hati nurani Falun Gong di Tiongkok yang jumlah pastinya tidak diketahui, beberapa di antaranya memiliki keluarga di Amerika Serikat yang telah lama mengajukan permohonan pembebasan mereka.

Falun Gong, atau juga dikenal dengan nama Falun Dafa, adalah sebuah disiplin spiritual yang berpusat pada prinsip Sejati, Baik, dan Sabar.

Ajaran ini diperkenalkan pada awal 1990-an dan dengan cepat menyebar luas hingga akhir dekade tersebut. Menurut perkiraan resmi, antara 70 juta hingga 100 juta orang di Tiongkok berlatih Falun Gong sebelum PKT melancarkan kampanye penindasan brutal terhadap ajaran itu pada tahun 1999.

Penindasan itu masih terus berlangsung hingga hari ini, dengan banyak laporan yang mendokumentasikan praktik penahanan ilegal, penyiksaan, kerja paksa, dan bahkan pengambilan organ hidup dari praktisi yang tetap mempertahankan keyakinan mereka.

Kini, Falun Gong dipraktikkan di sekitar 100 negara di seluruh dunia. Namun, para praktisi yang masih memiliki keluarga di Tiongkok kerap menghadapi tekanan dari PKT, yang mengancam akan menyakiti keluarga mereka bila mereka ikut dalam kegiatan advokasi di luar negeri.

Kesadaran publik Amerika tentang praktik penindasan lintas negara oleh PKT meningkat setelah terungkap adanya kantor polisi Tiongkok ilegal yang beroperasi di New York beberapa tahun lalu. Namun, penutupan satu kantor tersebut bukan berarti akhir dari kegiatan semacam itu.

Menurut Freedom House, lembaga yang setiap tahun merilis laporan tentang penindasan lintas negara oleh rezim otoriter, Tiongkok merupakan pelaku terburuk dan paling aktif dalam praktik tersebut.

Sumber internal yang berbicara kepada The Epoch Times menyebutkan bahwa pada tahun 2022, Xi Jinping memerintahkan berbagai lembaga negara untuk meningkatkan penganiayaan terhadap Falun Gong di luar negeri, termasuk melalui manipulasi media guna memengaruhi opini publik serta upaya memanfaatkan lembaga pemerintah Amerika untuk menargetkan Falun Gong.

Meski menghadapi tekanan semacam itu, para praktisi Falun Gong di seluruh dunia terus berupaya meningkatkan kesadaran publik mengenai penindasan brutal oleh rezim PKT.

Di Amerika Serikat, sejumlah praktisi yang memiliki keluarga ditahan di Tiongkok telah secara aktif menyerukan pembebasan mereka. Falun Dafa Information Center  telah mempublikasikan beberapa kasus semacam itu, meskipun daftar tersebut belum mencakup semuanya.


Kisah Keluarga Korban

Karen Kang, warga negara AS yang tinggal di California, memiliki saudara perempuan dan keponakan yang ditahan di Tiongkok sejak 2022. Mereka ditangkap karena membagikan informasi tentang penindasan agama oleh PKT dan kemudian dijatuhi hukuman secara rahasia. Pada 2024, Kang menerima kabar dari Rumah Sakit Militer ke-109 Tiongkok bahwa keponakannya, Hou Lijun, berada dalam kondisi kritis.

Kang juga kehilangan saudara perempuannya yang lain — ditahan pada 2009 dan meninggal di penjara pada 2020.

Di New York, Steven Wang dan Shanshan Wang, yang juga warga negara AS, terus memperjuangkan pembebasan ibu mereka, Aihua Liu, yang dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena berlatih Falun Gong.

Menurut keduanya, pengacara yang mereka sewa mendapat tekanan agar tidak menangani kasus itu, dan ibu mereka dilarang menerima kunjungan keluarga sejak Juli 2022. Kondisi terkini Liu tidak diketahui.

Dalam petisi daring, mereka menulis bahwa kedua orang tua mereka telah berulang kali ditahan karena keyakinannya sejak 2011, dengan sang ibu ditangkap sebanyak 11 kali. Ayah mereka meninggal pada 2009 akibat penganiayaan.

Chen Jingyu, warga New York, juga tengah berjuang untuk membebaskan saudarinya, Chen Jinghui, yang ditangkap pada Maret 2024 dan tidak diizinkan menerima kunjungan keluarga. Jinghui, seorang akuntan, sebelumnya sudah dua kali ditangkap karena menyebarkan informasi tentang Falun Gong.

Sementara itu, Ding Yue, warga California, menyerukan pembebasan ibunya, Meng Zhaohong, yang ditangkap pada Mei 2023 karena berbicara kepada masyarakat tentang Falun Gong.

Menurut laporan keluarga kepada Falun Dafa Information Center , pengacara mereka mengatakan bahwa Meng dan seorang praktisi lainnya, Yuan Xinhua, dipukuli oleh polisi di Kantor Polisi Anziling karena menolak menjawab interogasi.

Keduanya kemudian dirawat di rumah sakit selama dua bulan. Setelah menjenguk, pengacara memberi tahu keluarga bahwa leher dan telinga Meng masih mengalami kerusakan parah, dan salah satu pembuluh darahnya tersumbat.


Kasus-kasus ini hanyalah sebagian kecil dari banyaknya keluarga yang terpisah akibat kebijakan kejam rezim Tiongkok terhadap warga negaranya sendiri.

Falun Dafa Information Center berharap Presiden Trump akan menyoroti isu tersebut secara langsung kepada Xi Jinping — tidak hanya demi para tahanan yang menderita di Tiongkok, tetapi juga demi prinsip kebebasan berkeyakinan yang menjadi nilai dasar Amerika Serikat.

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine