Badai Topan Melissa Mengamuk di Karibia:  30 Orang Tewas di Haiti, Jamaika Rata dengan Tanah

Topan kategori 5 “Melissa” menyapu kawasan Laut Karibia, menewaskan atau membuat hilang sedikitnya 30 orang di Haiti, sementara sebagian wilayah Jamaika dan Kuba berubah menjadi puing-puing. Pada Rabu (29 Oktober), badai itu mendekati Kepulauan Bahama.

EtIndonesia.  Pada 28 Oktober, Melissa menerjang Jamaika dengan kecepatan angin berkelanjutan hingga 298 km/jam, menjadikannya badai terkuat yang pernah menghantam langsung pantai Jamaika dalam sejarah.

Menurut perusahaan prakiraan cuaca swasta Amerika, AccuWeather, kerusakan yang ditimbulkan Melissa di Jamaika saja diperkirakan mencapai 22 miliar dolar AS, dan proses pemulihan kemungkinan memakan waktu 10 tahun atau lebih.

Pada  29 Oktober malam, Melissa melemah menjadi badai kategori 1, namun tetap berpotensi berbahaya. Diperkirakan akan membawa angin kencang dan hujan deras ke Bahama, dan bergerak menuju Bermuda pada 30 Oktober malam. Pemerintah Bahama telah mengevakuasi hampir 1.500 orang melalui udara sebelumnya.

Sebuah pohon tumbang terlihat sesaat sebelum Badai Melissa menerjang St. Catherine, Jamaika, pada 28 Oktober 2025. (RICARDO MAKYN/AFP via Getty Images)

Meskipun tidak langsung menghantam Haiti — negara dengan populasi terbesar di kawasan Karibia — badai ini menyebabkan hujan deras selama beberapa hari. Pemerintah Haiti melaporkan sedikitnya 25 orang tewas, terutama di kota pesisir Petit-Goave, sekitar 64 km sebelah barat Port-au-Prince, akibat jebolnya tanggul sungai.

Sebelumnya, Melissa juga meluluhlantakkan kota Santiago de Cuba, kota terbesar kedua di Kuba. Badai tersebut menenggelamkan desa-desa sekitar, memutus akses ke ratusan komunitas pedesaan, dan memaksa lebih dari 500.000 orang mengungsi secara darurat.

Pada 29 Oktober 2025, setelah Badai Melissa melanda Santiago, Kuba, beberapa pria terlihat menyelamatkan barang-barang dari reruntuhan rumah yang runtuh. (YAMIL LAGE/AFP via Getty Images)

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menyatakan bahwa Melissa telah menyebabkan “kerusakan parah” setelah mendarat di pesisir selatan negara itu. Di wilayah timur, hujan deras dan banjir merobohkan rumah-rumah dan menenggelamkan jalanan, sementara warga berjuang bertahan dalam kondisi sulit.

Badai Melissa memecahkan jendela, merobohkan atap, menumbangkan pepohonan, serta memutus kabel listrik dan jaringan komunikasi. Pemerintah Kuba mengevakuasi sekitar 735.000 orang, terutama di provinsi Santiago de Cuba, Holguín, dan Guantánamo.

Setelah badai berlalu, foto-foto menunjukkan rumah-rumah di Jamaika dengan atap rusak, toko-toko hancur, dan jalanan tergenang air. Di Republik Dominika, yang dilalui Melissa saat masih berstatus badai tropis, beberapa wilayah di Santo Domingo terendam banjir sebelum badai meningkat menjadi kategori topan. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine