Jumlah Korban Tewas Akibat Penggerebekan Polisi Terhadap Geng Narkoba di Rio De Janeiro Meningkat Menjadi 121

EtIndonesia. Penggerebekan besar-besaran yang dilakukan polisi terhadap geng pengedar narkoba di Rio de Janeiro menewaskan sedikitnya 121 orang, ungkap pihak berwenang, Kamis (30/10) pagi.

Operasi tersebut dimulai Selasa di dua favela di kota tersebut, yang memicu baku tembak sengit. Sejumlah orang terluka. Di antara korban tewas terdapat empat petugas polisi, menurut keterangan pejabat.

Organisasi-organisasi hak asasi manusia telah menyerukan penyelidikan atas kematian tersebut, dan menyebut operasi tersebut sebagai salah satu yang paling brutal dalam sejarah Brasil baru-baru ini.

Polisi mengatakan penggerebekan tersebut merupakan tindak lanjut dari penyelidikan selama setahun terhadap Komando Merah, sebuah geng kriminal yang mengendalikan perdagangan narkoba dan kegiatan ilegal lainnya di komunitas berpenghasilan rendah di Complexo do Alemao dan Penha. Kelompok ini berasal dari sistem penjara Rio dan telah memperluas pengaruhnya dalam beberapa tahun terakhir.

Selama operasi tersebut, petugas menangkap 113 orang, menyita 118 senjata, dan menyita lebih dari satu ton narkoba, ungkap polisi.

Kekerasan tersebut mengganggu kehidupan sehari-hari di lingkungan terdampak. Sekolah-sekolah ditutup, sebuah universitas lokal membatalkan perkuliahan, dan bus-bus digunakan untuk memblokir jalan.

Rio telah lama menjadi lokasi penggerebekan polisi yang mematikan. Pada Maret 2005, 29 orang tewas di wilayah Baixada Fluminense, yang berbatasan dengan Rio. Pada Mei 2021, 28 orang tewas dalam penggerebekan di favela Jacarezinho.

Namun, skala operasi hari Selasa belum pernah terjadi sebelumnya. Aksi tersebut memicu protes dan tuduhan kekerasan berlebihan serta seruan agar gubernur Rio mengundurkan diri.

Pada Kamis pagi, para pemimpin masyarakat di Penha berkumpul di kantor pusat kelompok hak asasi favela CUFA untuk mempersiapkan bantuan hukum bagi keluarga yang berduka. Banyak toko masih tutup, dan suasana masih muram.(yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine