Perang Sipil Sudan Meluas ke Rumah Sakit — WHO: 460 Pasien Ditembak Mati di Dalam Gedung

Pada 26 Oktober 2025, setelah kota El-Fasher di wilayah Darfur, Sudan jatuh ke tangan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) setelah 18 bulan pengepungan, muncul laporan pembantaian besar-besaran. Di satu-satunya rumah sakit yang masih beroperasi di kota tersebut, lebih dari 460 pasien dan anggota keluarga mereka dilaporkan ditembak mati.

EtIndonesia. Menurut laporan AFP, tragedi terbaru di Sudan terjadi di Rumah Sakit Bersalin Saudi (Saudi Maternity Hospital), tempat di mana 460 orang dilaporkan tewas. Peristiwa ini memicu kecaman keras dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sementara Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyerukan penghentian segera atas eskalasi kekerasan di wilayah tersebut.

WHO menyatakan bahwa Rumah Sakit Bersalin Saudi adalah satu-satunya fasilitas medis yang masih sebagian beroperasi di El-Fasher. 

Pada 26 Oktober, rumah sakit itu mengalami serangan keempat dalam bulan ini, yang menewaskan seorang perawat dan melukai tiga tenaga medis lainnya. Kemudian pada 28 Oktober, enam tenaga medis diculik, dan pada hari yang sama, lebih dari 460 pasien serta pendamping mereka ditembak mati di dalam rumah sakit.

“Tragedi terbaru ini membuat sistem kesehatan yang sudah rapuh menjadi berada di ambang kehancuran,” jelas WHO. 

“Organisasi Kesehatan Dunia dengan tegas mengecam serangan brutal terhadap fasilitas medis ini dan menyerukan semua pihak untuk menghormati status suci rumah sakit dan tenaga medis,” tambah lembaga itu. 

Kota El-Fasher sebelumnya merupakan benteng terakhir pasukan pemerintah Sudan di wilayah barat yang luas, Darfur, dan jatuhnya kota ini menimbulkan kekhawatiran akan terulangnya kekerasan etnis yang pernah terjadi di wilayah itu sekitar 20 tahun lalu.

Sejak April 2023, perang berkecamuk antara pasukan paramiliter RSF yang dipimpin oleh Mohammad Hamdan Dagalo dan militer reguler Sudan yang dikomandoi oleh Jenderal Abdel Fattah al-Burhan.

RSF kini menguasai sebagian besar wilayah barat Sudan, sementara militer pemerintah mengontrol bagian utara, timur, dan tengah, termasuk ibu kota Khartoum, yang berhasil direbut kembali pada Maret tahun ini. Namun, RSF telah mendirikan pemerintahan paralel di kota Nyala, barat daya Sudan.

Para analis memperingatkan bahwa Sudan kini secara de facto telah terpecah, dan upaya reunifikasi negara akan sangat sulit di masa mendatang. (Hui/asr)

Laporan oleh Cheng Yiren, New Tang Dynasty Television

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine