Bayi Diperjualbelikan Secara Terbuka di Hunan, Tiongkok, Blogger Pelapor Justru Ditangkap Polisi

Kejahatan perdagangan bayi sudah lama terjadi di daratan Tiongkok, sementara pihak berwenang sering kali tidak bertindak, bahkan diduga terlibat langsung dalam praktik ini. Seorang blogger yang melaporkan kasus penjualan bayi secara terbuka di Huaihua, Provinsi Hunan, justru ditangkap oleh polisi setelah membantu mengungkap pelaku. Warganet mengungkap bahwa pihak berwenang setempat bertindak sebagai pelindung kejahatan.

EtIndonesia. Pada 1 November 2025, blogger terkenal Tiongkok bernama Shangguan Zhengyi menulis di media sosial: “Siang ini saya membantu menyelamatkan seorang bayi dan menangkap dua tersangka. Namun Kepala Kepolisian Substasiun Chengnan, Kota Huaihua, mengatakan saya melanggar hukum. Mereka menyita dua ponsel saya dan menugaskan orang untuk mengawasi saya. Mohon perhatian publik.”

Sebelumnya, blogger itu mengungkap bahwa setelah beberapa hari melakukan penyamaran, ia menemukan seorang perantara perempuan bernama Yuan, yang beroperasi di Huaihua, Hunan. 

Yuan menggunakan platform Xiaohongshu (Little Red Book) untuk mencari “pelanggan” dengan berpura-pura menjadi calon orang tua angkat. Ia membeli bayi dari gadis muda hamil atau yang baru melahirkan dengan harga murah, lalu menjual kembali dengan harga tinggi — sekitar 80.000 yuan (sekitar Rp180 juta) per bayi.

Menurut sang blogger, Yuan telah menjual beberapa bayi di berbagai daerah.

Salah satu kasus yang diungkap melibatkan gadis berusia 18 tahun asal Zhaotong, Yunnan, yang pada Juli pergi ke Huaihua untuk melahirkan seorang bayi perempuan di sebuah rumah sakit. 

Namun, nama wali pada catatan vaksin bayi itu adalah Yuan, bukan ibunya sendiri. Yuan mengaku bayi tersebut dijual seharga 85.000 yuan, dengan pembeli yang tidak diketahui.

Kasus lain melibatkan gadis 18 tahun dari Mongolia Dalam yang melahirkan bayi perempuan di Huaihua pada 11 Juli. Bayi itu diberi nama “Yuan Yi” dan terdaftar sebagai anak Yuan di kartu keluarga. Namun, tanggal lahir bayi itu diubah menjadi 16 Maret 2025 di dokumen resmi Yuan.

Selain itu, Yuan juga membeli dua bayi (laki-laki dan perempuan) dan mendaftarkan mereka sebagai anak kembar dengan nama Yuan Rui dan Yuan Qing. 

Surat keterangan lahir kedua bayi tersebut menunjukkan keduanya “lahir” di rumah sakit rakyat Huaihua dengan tanggal lahir 16 Maret 2025, dan semua dokumen resmi mengatasnamakan Yuan sebagai ibu.

Dalam kartu keluarga Yuan tercatat tiga bayi atas namanya — dua bayi kembar dan bayi perempuan dari gadis Mongolia Dalam tersebut. Yuan bahkan mengaku masih memiliki beberapa bayi lain yang belum dijual, termasuk seorang bayi laki-laki yang ia bawa dari Chifeng, Mongolia Dalam, serta seorang bayi dari Huizhou, Guangdong.

Yuan mengakui telah menjual sedikitnya lima bayi, masing-masing seharga 80.000–90.000 yuan, dan memiliki akses ke pihak dalam rumah sakit untuk memalsukan surat kelahiran dan dokumen medis agar identitas bayi tampak legal.

Blogger Menangkap Pelaku, Tapi Justru Ditangkap Polisi

Shangguan Zhengyi menjelaskan bahwa pada siang 1 November, ia bertemu dengan dua perantara dan seorang bayi yang akan dijual di wilayah Hecheng, Huaihua. Ia melapor ke polisi, dan polisi kemudian membawa dua pelaku serta bayi tersebut. Ia pun menyerahkan seluruh bukti tertulis kepada polisi.

Namun secara mengejutkan, polisi juga menahannya, menuduhnya melanggar hukum. Dua ponselnya disita, dan ia diawasi selama lebih dari tiga jam.

Seorang warganet menulis: “Saya menelepon nomor darurat 110 Huaihua dan Kantor Polisi Chengnan. Banyak orang juga menelepon, tapi sambungan langsung diputus sebelum sempat bicara. Seorang pelapor wajib bekerja sama dalam penyelidikan, tapi bukan berarti boleh ditahan atau disita alat komunikasinya.”

Pada malam hari, blogger itu menulis bahwa ia sudah meninggalkan Huaihua dengan selamat dan berterima kasih atas perhatian publik.

Komentar warganet membanjiri media sosial:

“Pasti semuanya sudah terlibat dan menerima uang. Di mana keadilan?”
“Kalau soal menangkap orang baik, polisi cepat sekali.”
“Efisiensi tinggi kalau korbannya orang jujur.”

Catatan dari Komisi Disiplin Hecheng, Huaihua (2024) menunjukkan bahwa dua pejabat polisi lokal (Yang dan Li) sebelumnya terlibat suap, pemalsuan bukti, dan menghalangi penyelidikan dalam kasus perdagangan wanita pada tahun 2023.

Beberapa warganet yang mengetahui situasi menulis:

“Polisi sebenarnya tahu ada perdagangan manusia, tapi mereka sengaja menutup mata. Karena satu jaringan besar, makanya mereka berani menangkap pelapor.”
“Kasus seperti ini sudah umum di Huaihua. Beberapa tahun lalu pun sudah terdengar banyak yang begitu — semua satu komplotan, dari atas sampai bawah.”

Ada juga yang mengaitkannya dengan kasus “anak anjing” di Yunnan dan kasus Yu Menglong, yang juga menyoroti kelalaian aparat:

“Jangan-jangan anak-anak ‘liar’ di Yunnan itu hasil jual beli bayi. Mereka diperlakukan seperti anjing, dijadikan tontonan di darknet untuk uang, lalu dijual lagi.”
“Pantas saja muncul rantai industri anak-anak ‘anjing’ itu. Kalau bayi bisa dijual semudah itu, apalagi anak-anak panti asuhan.”
“Ini cabang dari kasus anak anjing Yunnan.”
“Dalam kasus Yu Menglong, pelaku juga punya hubungan dengan jaringan di Xiaohongshu.”
“Platform Xiaohongshu itu memang sarang jaringan perdagangan semacam ini.”

oleh Li Li / Yun Tao – NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine