Trump Selesaikan Kunjungan ke Asia, Tandatangani Sejumlah Perjanjian

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 30 Oktober 2025 menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan, di mana ia menghadiri KTT AS–ASEAN ke-13, menandatangani sejumlah perjanjian penting, serta mengadakan pertemuan bersejarah dengan pemimpin Tiongkok, Xi Jinping. 

Berikut rangkuman perjalanan Trump di Asia.

Tempat Persinggahan Pertama: Malaysia

Pada 26 Oktober, Trump tiba di Malaysia, tujuan pertama dalam lawatan Asia-nya.
Setelah 23 jam penerbangan, ia langsung disambut meriah oleh warga setempat dan bahkan ikut menari bersama mereka di bandara, menciptakan suasana penuh kegembiraan.

Trump sebelumnya berperan penting dalam mengakhiri konflik berdarah antara Kamboja dan Thailand pada Juli lalu, dan kali ini ia turut menyaksikan penandatanganan perjanjian gencatan senjata yang lebih luas antara kedua negara.

Trump: “Ini sungguh luar biasa, karena kami berhasil melakukan sesuatu yang banyak orang anggap mustahil. Hanya dengan perjanjian damai ini saja, kita telah menyelamatkan jutaan nyawa.”

Trump kemudian memimpin timnya menandatangani sejumlah perjanjian dagang dengan Thailand, Kamboja, dan Malaysia, yang mencakup investasi ke AS serta penyesuaian tarif, guna memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara-negara ASEAN.

Menurut pernyataan bersama Gedung Putih, AS menetapkan tarif seragam 19% untuk sebagian besar produk dari ketiga negara tersebut. Thailand dan Malaysia juga akan memainkan peran lebih besar dalam rantai pasokan mineral penting bagi AS, terutama setelah Tiongkok memperketat ekspor logam tanah jarang (rare earth).

Tempat Persinggahan Kedua: Jepang

Pada 27 Oktober, Trump meninggalkan Malaysia dan tiba di Tokyo, Jepang. Setibanya di Bandara Haneda, ia menerima penyambutan kenegaraan di Istana Kekaisaran Tokyo, dan menjadi pemimpin asing pertama yang bertemu Kaisar Naruhito sejak naik takhta pada 2019.

Pada 28 Oktober, Trump mengadakan KTT bilateral dengan Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi. Kedua pihak menandatangani pernyataan bersama, menegaskan pelaksanaan “perjanjian dagang bersejarah” yang telah dicapai pada 22 Juli, serta akan menugaskan kementerian terkait untuk menindaklanjutinya.

PM Sanae Takaichi: “Demi masa depan yang lebih kuat dan makmur bagi Jepang dan Amerika Serikat, saya berharap dapat bekerja sama erat dengan Presiden Trump untuk menciptakan era keemasan baru dalam aliansi Jepang–AS.”

Dalam bidang perdagangan, Jepang akan berinvestasi sebesar 550 miliar dolar AS di Amerika, termasuk pembelian kedelai, gas alam, dan truk pikap dari AS. Sebagai imbalannya, AS akan mempertahankan tarif impor Jepang sebesar 15%.

Kedua negara juga sepakat memperkuat rantai pasokan mineral penting dan logam tanah jarang (rare earth) untuk keperluan industri kendaraan listrik, pertahanan, dan teknologi canggih, demi mengurangi ketergantungan pasokan dari Tiongkok.

Salah satu momen mengharukan dalam pertemuan ini adalah peringatan terhadap mendiang mantan PM Shinzo Abe. Takaichi menyebut bahwa Abe sering memuji Trump atas kontribusinya bagi perdamaian dunia, yang membuatnya terinspirasi untuk melanjutkan kerja sama erat dengan AS.

Pengamat keamanan nasional Shen Mingshi menilai, “Takaichi berkomitmen menaikkan anggaran pertahanan hingga 2% dari PDB dan menandatangani kerja sama strategis tentang mineral penting dengan AS. Ini menunjukkan era ‘keemasan’ baru, dengan kerja sama yang lebih erat dalam menghadapi ancaman ekspansi PKT.”

Tempat Persinggahan Ketiga: Korea Selatan

Pada 29 Oktober siang, Trump menghadiri KTT CEO APEC di Gyeongju, Korea Selatan, dan menyampaikan pidato makan siang kepada para pemimpin bisnis. Ia menyoroti pemulihan cepat ekonomi AS yang kini lebih kuat dibanding tahun sebelumnya.

Trump: “Kita sedang memasuki era keemasan. Saya tahu kita bisa melakukannya, tapi tidak menyangka secepat ini. Dalam waktu kurang dari setahun, kami sudah mendapatkan komitmen investasi baru senilai lebih dari 18 triliun dolar AS.”

Pada sore harinya, Trump bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di Museum Gyeongju. Trump menerima Medali Bunga Mugunghwa, penghargaan tertinggi Korea Selatan, serta mahkota emas Dinasti Silla sebagai simbol kehormatan.

Setelah pertemuan tersebut, kedua negara mengumumkan kesepakatan tarif baru:

  • Tarif timbal balik barang ekspor Korea ke AS ditetapkan 15%;
  • Tarif mobil dan suku cadangnya diturunkan dari 25% menjadi 15%, sama dengan tarif Jepang;
  • Produk farmasi dan kayu mendapat status “most-favored nation”;
  • Suku cadang pesawat, obat generik, dan sumber daya non-AS akan dibebaskan dari tarif.

Kabar ini membuat nilai tukar won Korea naik 0,9% terhadap dolar AS, memulihkan kepercayaan pasar.

Trump: “Perjanjian ini akan menjadi kemenangan besar bagi kita semua.”

Pada malam hari, dalam jamuan kenegaraan di Korea, Trump menegaskan bahwa kemakmuran ekonomi AS akan membawa kemakmuran bagi para sekutunya.

Trump: “Ketika Amerika makmur, sekutu-sekutu kami juga makmur. Semua mitra aliansi kita akan berkembang bersama.”

Trump juga menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat untuk membantu menjaga keamanan di Semenanjung Korea. (Hui)

Disusun oleh tim New Tang Dynasty News

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine