Banjir besar yang melanda wilayah tengah Vietnam selama sepekan terakhir akibat curah hujan yang mencapai rekor tertinggi telah menewaskan 35 orang dan menyebabkan 5 orang hilang. Menurut laporan dari otoritas pengelola bencana dan bendungan, sebagian besar korban berasal dari kota Hue, Da Nang, dan provinsi Quang Tri. Selain itu, kota tua Hoi An — yang merupakan Warisan Dunia UNESCO — juga terendam banjir setinggi pinggang.
EtIndonesia. Sebuah sungai utama yang terletak di dekat kawasan wisata vietnam tengah itu telah mencapai level air tertinggi dalam 60 tahun terakhir. Hingga Minggu (2/11/2025) hujan deras masih terus mengguyur.
Menurut otoritas pengelola bencana, lebih dari 16.500 rumah di seluruh negeri terendam air, lebih dari 40.000 ekor unggas dan ternak hanyut, serta 5.300 hektar lahan pertanian tergenang banjir.
Data per 30 Oktober menunjukkan bahwa lebih dari 128.000 rumah di lima provinsi Vietnam tengah mengalami banjir, dengan kedalaman air mencapai tiga meter di beberapa wilayah.
Kota tua Hoi An, yang terletak di Da Nang dan diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia, kini terendam air setinggi pinggang. Banyak toko di lantai dasar ikut terendam, dan warga hanya bisa menggunakan perahu kayu untuk keluar rumah atau bepergian.
Menurut Badan Meteorologi Nasional Vietnam pada 30 Oktober, permukaan air Sungai Thu Bon, yang mengalir melalui Da Nang dan bermuara di Hoi An, mencapai 5,62 meter pada malam sebelumnya, atau 4 sentimeter lebih tinggi dari rekor tahun 1964.
Berdasarkan data pemerintah sebelumnya, kerugian ekonomi akibat bencana ini diperkirakan melebihi 610 juta dolar AS. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com








