EtIndonesia. Pada 1 November 2025, di sebuah ajang adu kerbau di kota Jiuyang, Kabupaten Jianhe, Provinsi Guizhou, Tiongkok, dua ekor kerbau tiba-tiba kehilangan kendali dan menyeruduk kerumunan penonton, menyebabkan beberapa orang terjatuh dan terguling ke bawah lereng.
Video yang beredar menunjukkan arena adu kerbau penuh sesak dengan warga yang datang menonton, bahkan ada yang memanjat pohon untuk melihat dari atas.
Dalam rekaman tersebut, seekor kerbau yang baru saja dibawa ke arena tiba-tiba lepas kendali, berbalik arah dan lari menuju kerumunan penonton. Seekor kerbau lain yang sudah menunggu di tengah lapangan langsung mengejar dari belakang, dan saat keduanya saling berkejaran, mereka menyeruduk ke arah orang-orang, membuat beberapa penonton terjungkal hingga tergelincir menuruni tebing kecil.
Video lain menunjukkan bahwa di bawah arena, sejumlah sepeda motor milik warga yang diparkir di pinggir jalan juga tertabrak dan roboh. Dua kerbau tersebut kemudian lari menyusuri jalan beton desa, sementara beberapa pemuda yang kuat berusaha mengejar dan menghentikan mereka.
Menurut keterangan pihak pemerintah setempat, kegiatan tersebut merupakan acara adu kerbau yang diadakan secara swadaya oleh masyarakat, dan insiden itu terjadi karena tali penuntun kerbau terlepas saat ditarik ke arena. Pejabat menyatakan bahwa tidak ada korban luka dalam kejadian itu.
11月1日,贵州斗牛比赛,2头水牛突然冲向人群。 pic.twitter.com/UltErcDuZO
— ying tang (@yingtan04410735) November 2, 2025
Video dua kerbau yang menyeruduk penonton ini kemudian menjadi viral dan menuai perdebatan di media sosial.
Seorang netizen berkomentar dengan nada bercanda menggunakan bahasa gaul internet:
“Harusnya santai dan tenang, eh malah jadi panik sampai lari pontang-panting.”
Ada pula yang menulis:
“Kerbau ini masih tergolong baik hati, setidaknya tidak dengan sengaja menyerang orang.”
Sementara warganet lain berpendapat:
“Sebaiknya acara seperti ini dihentikan saja. Kerbau itu juga punya perasaan.”
Diketahui bahwa adu kerbau merupakan tradisi turun-temurun masyarakat etnis Miao dan Dong di Qiandongnan, Guizhou. Dalam pertandingan, para pemilik sering memberi minum arak kepada kerbau untuk membangkitkan semangat bertarung, namun kadang kerbau yang mabuk justru menjadi sulit dikendalikan, seperti yang terjadi kali ini. (Hui/asr)
Laporan oleh Luo Tingting /Wen Hui


