EtIndonesia. Setidaknya 20 orang, termasuk wanita dan anak-anak, tewas, dan lebih dari 320 lainnya luka-luka setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,3 mengguncang Afghanistan utara sebelum fajar pada hari Senin (3/11). Sebagian besar kematian dan cedera tercatat di Provinsi Balkh dan Samangan, yang mengalami kerusakan paling parah akibat gempa tengah malam tersebut, menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan, Sharafat Zaman.
Video menyayat hati yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Afghanistan menunjukkan petugas darurat dan penduduk setempat menggali jasad korban dari reruntuhan sementara upaya penyelamatan dan bantuan terus berlanjut di daerah terdampak.
Sebuah video juga muncul yang menunjukkan kerusakan pada tempat suci Mazar-e-Sharif di Afghanistan, yang juga dikenal sebagai Masjid Biru — sebuah landmark abad ke-15 yang terkenal dengan ubin-ubinnya yang berwarna-warni. Rekaman tersebut menunjukkan beberapa batu bata jatuh dari dinding, tetapi masjid tersebut tetap utuh. Situs berusia berabad-abad ini merupakan salah satu landmark keagamaan paling dihormati di Afghanistan dan tempat berkumpul utama selama festival Islam dan budaya.
Powerful Earthquake Hits Northern Afghanistan
— Asim Umar (@Asimumar01) November 3, 2025
At least 29 people have been killed and over 320 injured after a strong earthquake struck northern Afghanistan. The quake caused major damage, including to a historic mosque. Rescue efforts are ongoing. pic.twitter.com/0zsWx3syRt
Kementerian Pertahanan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa longsoran batu sempat memblokir jalan raya pegunungan utama yang menghubungkan Kabul dengan Mazar-e-Sharif, tetapi jalan tersebut kemudian dibuka kembali. Kementerian tersebut menyatakan bahwa beberapa orang yang terluka dan terjebak di sepanjang jalan raya telah dibawa ke rumah sakit.
Gempa tersebut terasa di Kabul dan beberapa provinsi lain di Afghanistan.
Menurut Survei Geologi AS, episentrum gempa terletak 22 kilometer (14 mil) di barat daya Kota Khulm, dan terjadi pada pukul 12.59 dini hari pada kedalaman 28 kilometer (17 mil).
Yousaf Hammad, juru bicara badan penanggulangan bencana Afghanistan, mengatakan sebagian besar korban luka mengalami luka ringan dan telah dipulangkan setelah menerima perawatan awal.
Bencana ini menambah daftar panjang gempa bumi mematikan yang melanda Afghanistan dan menewaskan rata-rata sekitar 560 orang setiap tahun, menyebabkan kerusakan tahunan yang diperkirakan mencapai 80 juta dolar. Afghanistan dikelilingi oleh pegunungan terjal dan rentan terhadap berbagai bencana alam, tetapi gempa buminya menyebabkan korban jiwa terbanyak.
Studi menunjukkan setidaknya 355 gempa bumi dengan magnitudo lebih tinggi dari 5,0 telah melanda Afghanistan sejak tahun 1990. (yn)


