Israel Kembali Menerima Tiga Jenazah Sandera, Termasuk Seorang Warga AS

Pada Senin (3 November), Israel kembali menerima tiga jenazah sandera dari Hamas. Sejak gencatan senjata di Gaza mulai berlaku, Hamas telah menyerahkan total 20 jenazah sandera yang tewas, sementara 8 jenazah lainnya masih tertahan di Gaza. Pada hari yang sama, para menteri luar negeri dari sejumlah negara Arab dan Muslim bertemu di Istanbul untuk membahas tahap lanjutan dari perjanjian damai Gaza.

EtIndonesia. Militer Israel pada Senin (3 November) mengumumkan bahwa identitas tiga sandera yang tewas dan diserahkan oleh Hamas pada 2 November telah dikonfirmasi.

Mereka adalah:

  • Letnan Omri Neutra, 21 tahun, berkewarganegaraan ganda Amerika–Israel,
  • Kopral Oz Daniel, 19 tahun, dan
  • Kolonel Asaf Hamami, 40 tahun.

Neutra lahir di Long Island, New York. Setelah pindah ke Israel, ia bergabung dengan militer Israel (IDF). Ia gugur pada Desember tahun lalu setelah serangan teror besar Hamas pada 7 Oktober 2024.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan di pesawat Air Force One pada 2 November bahwa ia telah berbicara dengan orang tua Neutra.

“Saya telah berbicara dengan orang tuanya. Mereka merasa bahagia sekaligus sedih. Tetapi kami sangat bersyukur karena akhirnya hal ini bisa terselesaikan,” ujar Trump. 

Daniel bertugas bersama Neutra dan gugur dalam pertempuran melawan hamas.

Kolonel Hamami adalah komandan brigade selatan Divisi Gaza IDF, dan merupakan perwira berpangkat tertinggi yang tewas dalam serangan  Hamas pada 7 Oktober.

Sebelumnya pada 2 November, Hamas mengeluarkan pernyataan bahwa jenazah-jenazah tersebut ditemukan di sebuah terowongan di bagian selatan Gaza.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari yang sama menegaskan bahwa operasi militer untuk menumpas sisa-sisa kekuatan Hamas di Gaza akan terus dilanjutkan.

“Di wilayah Gaza yang sudah berada di bawah kendali kami, masih ada sisa-sisa kekuatan Hamas yang bersembunyi. Kami sedang menumpas mereka secara sistematis. Di Rafah dan Khan Younis masih terdapat dua basis utama mereka — keduanya akan kami bersihkan,” ujarnya. 

Sementara itu, pada Senin, para menteri luar negeri dari negara-negara Arab dan Muslim berkumpul di Istanbul untuk membahas tahap lanjutan dari perjanjian damai Gaza, termasuk rencana pembentukan pasukan penjaga perdamaian internasional.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh para menlu dari Turki, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, Pakistan, dan Indonesia.

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengatakan bahwa perlu adanya koordinasi dengan semua pihak terkait pembentukan pasukan penjaga perdamaian internasional di Gaza, termasuk dengan mediator dan pihak Palestina sendiri.

“Hari ini kami juga membahas mandat dan struktur pasukan penjaga perdamaian internasional itu. Pasukan tersebut diperkirakan akan dibentuk dalam beberapa hari mendatang,” ujarnya. 

Fidan menambahkan bahwa Hamas bersedia menyerahkan kendali Gaza kepada komite yang dipimpin oleh pihak Palestina sendiri. Ia juga menyatakan bahwa Turki siap berpartisipasi dalam pasukan penjaga perdamaian internasional di Gaza.

Namun, pihak Israel sebelumnya telah menyatakan keberatannya terhadap keikutsertaan Turki dalam pasukan penjaga perdamaian tersebut. (Hui/asr)

Laporan oleh Zhao Fenghua, disusun oleh NTD News

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine