Baru-baru ini, para orang tua di Shanghai mengungkap bahwa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Shanghai telah membagikan “surat persetujuan” kepada murid-murid sekolah dasar untuk ditandatangani oleh orang tua. Surat itu berisi izin pengambilan darah dan sampel biologis anak-anak, yang kemudian memicu kepanikan dan kemarahan di kalangan orang tua.
Seorang orang tua dari Shanghai mengatakan: “Proyek ini bukan pemeriksaan kesehatan biasa, tapi mereka minta kami menandatangani banyak formulir persetujuan.”
EtIndonesia. Pada 1 November, seorang orang tua mengunggah video yang memperlihatkan bahwa anaknya baru saja menerima kuesioner dan surat pernyataan dari CDC Shanghai. Dalam surat itu, orang tua diminta menandatangani persetujuan pengambilan darah dan sampel biologis anak.
Orang tua tersebut menjelaskan: “Isinya menyebutkan pengambilan sampel sel darah merah dan pemeriksaan biomaterial. Ada beberapa tempat yang harus ditandatangani dengan pernyataan bahwa Anda menyetujui secara sukarela.”
Ia menolak menandatangani surat itu. Setelah videonya beredar luas, banyak warganet menyatakan dukungan atas keputusannya dan mempertanyakan apakah pihak berwenang sedang diam-diam membangun “bank organ hidup”.
Ada juga yang mengaku bahwa beberapa taman kanak-kanak bahkan telah diam-diam mengambil sampel darah anak-anak sebelumnya.

“Pengambilan darah semacam ini tak bisa tidak menimbulkan kecurigaan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) sedang membangun bank organ manusia nasional. Sejak akhir tahun 1999, PKT telah melakukan pengambilan organ secara besar-besaran dari praktisi Falun Gong dan memaksa mereka untuk memberikan sampel darah,” ujar Ketua Organisasi Dunia untuk Menyelidiki Penganiayaan terhadap Falun Gong, Dr. Wang Zhiyuan.
Pada 4 November, Dr. Zhen Lixue, pakar medis dari Universitas Okayama, Jepang, menjelaskan kepada NTD bahwa pengumpulan darah dan biomaterial dapat memiliki tujuan baik maupun jahat.
“Tujuan baiknya bisa untuk manajemen kesehatan individu atau pembuatan catatan medis pribadi. Sampel darah juga bisa digunakan untuk pengembangan obat atau pengendalian penyakit menular. Tapi tujuan jahatnya bisa sangat berbahaya — misalnya untuk pengembangan senjata biologis, atau transplantasi organ ilegal dan perdagangan organ,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masalah transplantasi organ ilegal di Tiongkok sangat parah, dan pemerintah menjadikan rakyatnya sendiri sebagai sumber organ.
Dr. Zhen menjelaskan: “Di Tiongkok, praktik transplantasi organ ilegal sudah sangat merajalela dan dilakukan di bawah arahan pemerintah. Demi memperpanjang umur para pejabat tinggi, mereka bahkan mengambil organ dari anak muda sebagai sumber transplantasi. Hal ini sungguh mengerikan dan patut dikhawatirkan.”
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah transplantasi organ di Tiongkok meningkat tajam, tetapi asal-usul donor tetap tidak transparan.
Pada saat yang sama, kasus hilangnya anak-anak dan remaja dalam jumlah besar terus terjadi, memicu kecurigaan publik bahwa pengambilan organ secara paksa masih berlangsung di bawah rezim PKT. (Hui/asr)
Laporan oleh wartawan Li Yun dan Qiu Yue untuk NTD


