EtIndonesia. Presiden Tiongkok Xi Jinping biasanya tidak identik dengan senyum lebar. Hal ini karena pemerintah Tiongkok, bersama dengan media pemerintah, telah bekerja keras membangun reputasi keseriusan.
Presiden Tiongkok bertemu dengan mitranya dari AS, Donald Trump, dalam pertemuan bilateral di Busan, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Korea Selatan. Topik diskusi berkisar dari kedelai, fentanil, mineral tanah jarang, hingga chip komputer.
Namun, selain diplomasi, Gedung Putih telah merilis foto-foto yang menunjukkan sisi lain Xi. Foto-foto tersebut menunjukkan kedua pemimpin duduk berhadapan dengan pejabat mereka di samping mereka. Xi tampak menyeringai dengan mata terpejam menatap selembar kertas yang diulurkan Trump. Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi juga terlihat tersenyum di sampingnya.
Bulan lalu, sebuah video Reuters memperlihatkan pemimpin Tiongkok tersebut bercanda dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung sambil bertukar cendera mata. Lee memberinya papan kayu untuk bermain catur Go dan menerima dua ponsel Xiaomi buatan Tiongkok.
Ketika Lee bertanya: “Bagaimana keamanan komunikasinya?”, Xi dan yang lainnya pun tertawa terbahak-bahak.
“Anda bisa memeriksa apakah ada pintu belakang,” jawab Xi.
Tiongkok telah dituduh membangun pintu belakang di perangkat mereka, sebuah cara tersembunyi untuk mengakses perangkat tanpa sepengetahuan pengguna.
Namun, tawa Xi jarang terjadi, karena dia tidak hanya mengekang kebebasan berekspresi di Tiongkok, tetapi juga secara ketat mengendalikan arus informasi, dan dengan demikian, citranya. Karena media sosial dan situs web berita Barat dilarang di Tiongkok, sensor dapat dengan mudah menghapus liputan apa pun tentang Xi yang tidak sejalan dengan narasi pemerintah.
Foto-foto pemimpin Tiongkok yang tersenyum dan tertawa tidak dapat ditemukan di platform seperti Weibo, Douyin, dan Xiaohongshu. Hanya beberapa unggahan tentang pertukaran hadiah antara Xi dan Lee yang tersedia di Weibo, karena situs-situs berita berbahasa Mandarin yang berbasis di luar negeri telah melaporkan hal yang sama.(yn)


