Penutupan Pemerintah AS Sudah Berlangsung Selama 36 Hari, Mencetak Rekor Baru Hingga Berdampak pada Kehidupan Masyarakat

EtIndonesia. Pada 5 November 2025  penutupan (shutdown) pemerintah Amerika Serikat memasuki hari ke-36, menjadikannya yang terpanjang dalam sejarah. Selama berminggu-minggu, anggota Kongres dari dua partai masih belum dapat mencapai kesepakatan. Krisis ini telah mempengaruhi kehidupan jutaan warga AS, menyebabkan pemotongan berbagai program bantuan federal dan banyak penerbangan mengalami keterlambatan. Masyarakat khawatir, kekacauan ini akan berdampak pada libur Hari Thanksgiving yang akan segera tiba.

“Hari ini sudah hari ke-36 — ini adalah tonggak sejarah yang menyedihkan. Ini merupakan penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat,” ujar Ketua DPR AS Mike Johnson. 

Penutupan pemerintahan terpanjang sebelumnya terjadi pada masa jabatan pertama Donald Trump, yang berlangsung 35 hari, dipicu oleh perdebatan soal dana pembangunan tembok perbatasan.

Kali ini, penutupan dimulai pada 1 Oktober, dipicu oleh perbedaan pendapat mengenai kebijakan layanan kesehatan. Kongres gagal mencapai kesepakatan tentang anggaran baru.

Senat AS, yang dikuasai Partai Republik, telah berulang kali mengajukan RUU pendanaan sementara untuk membuka kembali pemerintahan, namun semua upaya gagal. Pada Selasa (4 November), Senat kembali melakukan pemungutan suara dengan hasil 54 berbanding 44, tanpa ada anggota Partai Demokrat yang beralih mendukung.

Partai Demokrat menyatakan bahwa mereka tidak akan mendukung rancangan undang-undang tersebut kecuali Partai Republik setuju memperpanjang subsidi kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sebaliknya, Partai Republik menuduh Demokrat “menyandera pemerintahan” dengan menuntut kebijakan yang tidak berkaitan langsung dengan anggaran.

Senator Republik Mike Rounds, salah satu dari sedikit anggota yang masih berupaya melakukan negosiasi lintas partai, menuduh Demokrat sengaja menunda untuk meraih keuntungan politik menjelang pemilu. Ia memperkirakan bahwa setelah pemungutan suara terakhir, Demokrat mungkin akan berubah sikap, sehingga kebuntuan bisa berakhir dalam pekan ini.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Sean Duffy memperingatkan bahwa jika shutdown berlanjut selama satu minggu lagi, kekacauan besar akan terjadi — termasuk penundaan dan pembatalan penerbangan massal, bahkan penutupan sebagian wilayah udara.

Asosiasi Otomotif Amerika (AAA) memperkirakan sekitar 6 juta orang akan bepergian dengan pesawat domestik selama libur Thanksgiving tahun ini. Para pengatur lalu lintas udara memperingatkan, jika pemerintah belum dibuka kembali pada waktu itu, hari tersebut bisa menjadi hari terburuk dalam sejarah penerbangan AS.

Pada Rabu, Presiden Donald Trump kembali mendesak Partai Republik untuk menghapus aturan “filibuster” di Senat demi mempercepat pembukaan kembali pemerintahan.

Analis menilai, jika ambang batas 60 suara dihapuskan, Partai Republik akan dapat mendorong kebijakan populer seperti pemotongan pajak, penguatan keamanan perbatasan, dan percepatan produksi energi dalam waktu setidaknya setahun ke depan. (Hui/asr)

Laporan dari Liu Jiajia – NTD Amerika Serikat

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine