Musim dingin sudah tiba. Wabah penyakit di daratan Tiongkok kembali meningkat tajam. Menurut laporan media, setidaknya tiga jenis virus kini menyebar secara bersamaan. Di antaranya, flu tipe A (H3N2) memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Banyak anak-anak terinfeksi, sejumlah sekolah terpaksa menangguhkan kegiatan belajar, dan rumah sakit di berbagai daerah penuh sesak.
Hingga kini, Hong Kong telah melaporkan kematian anak-anak, sementara di daratan Tiongkok kasus kematian mendadak meningkat drastis, menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat.
“Peringatan darurat untuk keluarga! Tahun ini wabah flu jauh lebih parah dari tahun lalu, sudah banyak sekali kasus yang muncul,” ujar seorang warga dalam video yang beredar memperingatkan.
EtIndonesia. Serangan wabah multi-Virus menyebar di daratan Tiongkok. Dalam beberapa hari terakhir, banyak dokter di media sosial Tiongkok memperingatkan bahwa varian baru H3N2 bermutasi cepat dan sangat menular, dengan banyak kasus menyebar dari satu orang ke seluruh keluarga. Berbeda dengan varian H1N1 yang dominan tahun lalu, tingkat kekebalan masyarakat terhadap H3N2 masih rendah.
Keluarga dengan anak di bawah 5 tahun, lansia, atau penderita penyakit jantung dan diabetes diminta waspada, karena infeksi dapat berkembang menjadi pneumonia atau miokarditis (radang otot jantung).
“Flu tipe A H3N2 memiliki ciri khasnya sendiri. Virus ini mudah ‘melarikan diri’ dari sistem kekebalan tubuh karena antigen permukaannya terus berubah, sehingga banyak orang mudah terinfeksi,” jelas Profesor pengobatan tradisional Tiongkok asal Kanada, Dr. Liu.
“Gejala utamanya meliputi demam, menggigil, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, kelelahan, hidung tersumbat, dan pilek. Yang paling berbahaya adalah, bagi mereka dengan sistem imun lemah, bisa timbul komplikasi berat,” imbuhnya.
Menurut laporan pemantauan terbaru dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Tiongkok, jumlah kasus infeksi flu meningkat beberapa kali lipat dibanding minggu-minggu sebelumnya, menunjukkan tren peningkatan yang tajam.
Saat ini, tiga jenis virus menyebar bersamaan di seluruh Tiongkok:
- Flu tipe A (H3N2),
- Flu tipe A (H1N1), dan
- Flu tipe B (Victoria).
Baik di wilayah utara maupun selatan, flu tipe A mendominasi lebih dari 90% dari seluruh kasus, dan 90% di antaranya adalah varian H3N2.
Informasi yang beredar di internet menunjukkan bahwa jumlah pasien anak melonjak drastis di rumah sakit di berbagai daerah, termasuk Shaoxing (Zhejiang), Harbin, dan Beijing. Beberapa sekolah di wilayah tersebut menutup kelas sementara karena banyak siswa terinfeksi. Di Baotou (Mongolia Dalam), setiap kelas dengan lebih dari 30% siswa sakit langsung diliburkan.
Seorang orang tua mengatakan: “Anak saya demam tinggi hampir 40 derajat selama tiga hari berturut-turut, kami sudah bolak-balik ke rumah sakit untuk periksa.”
Menurut laporan Pusat Perlindungan Kesehatan Departemen Kesehatan Hong Kong, tahun ini telah ditemukan banyak kasus flu berat, termasuk kasus kematian anak-anak.
Dr. Liu menambahkan: “Virus ini memang relatif lebih ganas. Selain daya ‘melarikan diri dari kekebalan’ yang tinggi, ia juga dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, menyebabkan radang otak atau infeksi saraf serius yang bisa mengancam jiwa.”
Pada 1–2 November, saat Pekan Olahraga Siswa SMP dan SMA ke-21 di Distrik Qixia, Kota Nanjing, seorang siswa laki-laki berusia 17 tahun tiba-tiba tumbang dan meninggal mendadak saat lomba lari 200 meter. Peristiwa ini memicu perhatian luas.
Pada 5 November, media pemerintah Tiongkok secara tidak biasa juga memberitakan bahwa “jangan berolahraga setelah demam atau flu, karena bisa berakibat fatal.” Banyak pihak menilai, peringatan semacam ini mengindikasikan bahwa wabah saat ini di Tiongkok memang sangat serius.
Pada hari yang sama, tagar “Jangan lakukan hal ini setelah demam, bisa menyebabkan kematian mendadak!” sempat menjadi trending di internet, menambah kepanikan di kalangan masyarakat. (Hui)
Laporan oleh Tang Rui dan Qiu Yue – NTD


