Anak-anak yang Menaklukkan Takdir

EtIndonesia. Ada dua orang anak. Yang satu gemar bermain musik dan bercita-cita menjadi seorang musisi; yang satu lagi mencintai lukisan dan bermimpi menjadi seorang pelukis.

Namun sayang sekali, nasib seolah mempermainkan mereka. Anak yang ingin menjadi musisi tiba-tiba kehilangan pendengarannya, sedangkan anak yang ingin menjadi pelukis justru kehilangan penglihatannya.

Keduanya sangat terpukul. Mereka menangis sejadi-jadinya dan mengeluh atas ketidakadilan takdir.

Kebetulan, saat itu ada seorang kakek tua lewat dan mendengar keluhan mereka.

Kakek itu menghampiri, lalu dengan tangan berisyarat berkata kepada anak yang tuli: “Memang telingamu sudah tak berfungsi, tapi matamu masih terang — mengapa tidak belajar melukis saja?”

Kemudian dia berbalik kepada anak yang buta dan berkata dengan lembut : “Matamu memang tak bisa lagi melihat,  tapi telingamu masih peka — mengapa tidak belajar memainkan musik?”

Kedua anak itu terdiam. Ucapan sang kakek seperti sinar yang menembus hati mereka. Mereka pun menghapus air mata dan memulai perjalanan baru dalam hidup.

Ajaibnya,  anak yang tuli dan beralih belajar melukis perlahan menyadari bahwa kehilangan pendengaran justru membuatnya bisa fokus tanpa gangguan suara.  Dia bisa mencurahkan seluruh perhatiannya pada garis, warna, dan bentuk.

Sementara itu, anak yang buta yang kemudian belajar musik  mendapati bahwa kehilangan penglihatan justru menajamkan pendengarannya.  Dia mampu merasakan irama, nada, dan emosi dengan kepekaan yang luar biasa.

Akhirnya,  anak yang tuli menjadi pelukis terkenal, karyanya dikenal di seluruh dunia. Sedangkan anak yang buta tumbuh menjadi musisi besar,  dipuji oleh banyak orang karena keindahan dan kedalaman karyanya.

Suatu hari, bertahun-tahun kemudian,  sang pelukis dan sang musisi bertemu kembali dengan kakek tua itu.

Mereka sangat terharu. Dengan penuh rasa syukur, keduanya menggenggam tangan sang kakek dan berkata : “Terima kasih… karena Andalah kami bisa menemukan jalan hidup kami.”

Kakek tua itu tersenyum hangat dan menjawab : “Kalian tidak perlu berterima kasih padaku. Yang patut kalian syukuri adalah kerja keras dan keteguhan hati kalian sendiri.  Karena sesungguhnya,  ketika takdir menutup satu jalan, ia selalu meninggalkan jalan lain yang bisa kalian temukan.”

Pesannya sederhana namun abadi:  Hidup memang tak selalu berjalan sesuai keinginan, namun jika kita berani menatap kenyataan, mengubah arah, dan tidak menyerah, maka setiap rintangan bisa menjadi awal dari keajaiban baru.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine