Dengan Uang Hanya Tersisa 200 Yuan, Seorang Ibu Tunggal di Tiongkok Memberikan Bayinya Pil Tidur untuk Persiapan Shift Malamnya

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang ibu tunggal di Guangdong, Tiongkok  menulis unggahan yang mengguncang publik. Dikarenakan kesulitan ekonomi, ia mendapat pekerjaan shift malam, tetapi tidak ada yang bisa membantunya menjaga anak. Akhirnya, ia terpaksa memberi bayinya obat tidur sebelum pergi bekerja. Warganet pun bersimpati, menyebut kisah ini “terlalu menyakitkan untuk dilihat” dan “potret nyata kehidupan di lapisan bawah masyarakat Tiongkok.”

Dalam gambar yang beredar di internet, unggahan itu berbunyi: “Besok saya harus membayar sewa rumah, tapi saya hanya punya 200 yuan (Rp 468.000) tersisa. Saya baru menemukan pekerjaan malam di sekitar sini, tapi tidak ada yang mau membantu menjaga anak saya di malam hari. Lagipula waktunya terlalu lama dan biayanya mahal, saya benar-benar tidak mampu. Sekarang saya sudah mati rasa, hanya ingin segera bekerja mencari uang. Maafkan mama, Nak.”

Banyak warganet menduga bahwa wanita itu adalah seorang ibu tunggal yang tidak memiliki bantuan keluarga, tetapi tetap harus bekerja untuk menghidupi anaknya.

Pada 6 November 2025, seorang petugas dari Federasi Wanita Distrik Longgang, Shenzhen, mengkonfirmasi bahwa penulis unggahan tersebut memang berada dalam kesulitan ekonomi. Ia mengatakan, “Federasi Wanita dan Departemen Urusan Sipil sudah memberikan bantuan kepadanya.”

Namun, ketika ditanya apakah benar sang ibu memberi anaknya obat tidur, atau apakah ia memang ibu tunggal, petugas tersebut menolak menjawab dengan alasan privasi pribadi.

Kisah ibu ini menimbulkan gelombang simpati besar di internet. Warganet menulis:

“Hidup di lapisan bawah masyarakat itu sangat sulit.”
“Kenyataan yang sangat menyakitkan! Berita ini seperti pisau yang menusuk nurani masyarakat.”
“Masih banyak orang yang berjuang keras di dasar kehidupan, yang tidak kita ketahui.”
“Ibu tunggal adalah kelompok paling rentan di antara yang sudah rentan.”

Namun, sebagian warganet juga menuding pemerintah PKT gagal memberikan jaminan sosial dasar bagi warga miskin:

“Inilah Tiongkok yang sebenarnya.”
“Berhentilah mensubsidi negara lain, bantu dulu rakyat sendiri.”
“Perumahan bersubsidi seharusnya dibuka untuk semua warga miskin, bukan hanya orang dalam.”
“Selama tidak viral, pemerintah tidak akan peduli.”

Saat ini, unggahan asli ibu tersebut sudah dihapus dan tidak dapat diakses lagi.

Selama bertahun-tahun, rezim Partai Komunis Tiongkok (PKT) dikenal “menghamburkan uang” ke berbagai negara untuk membeli dukungan politik, namun mengabaikan jaminan sosial bagi rakyatnya sendiri. 

Dengan ekonomi yang terus menurun dan tingkat pengangguran yang meningkat, semakin banyak warga Tiongkok kini hidup dalam kesulitan dan keputusasaan. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine